Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Kuntilanak (2018)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted June 19, 2018 by

 
Full Article
 
 

Critics Review: ★★3/4 (3 reviews)
Film Bloggers Review: ★★1/2 (7 reviews)
Audience Review: ★★1/4 (13 reviews)

SYNOPSIS

Sekelompok anak-anak nekat mengeksplor rumah terbengkalai demi memenangkan sayembara reality show untuk membuktikan kebenaran adanya Kuntilanak yang suka menculik anak kecil. Petualangan yang mereka pikir akan bawa keseruan, justru menjadi malapetaka saat Kuntilanak, sang makhluk mengerikan yang masuk ke dunia manusia melalui sebuah cermin kuno kini memburu mereka sebagai korban baru.

General Information

Director: Rizal Mantovani
Scriptwriter: Alim Sudio
Cast: Sandrinna M Skornicki, Andryan Bima, Ciara Nadine Brosnan, Adlu Fahrezy, Ali Fikry, Aurelie Moeremans, Fero Walandouw, Nena Rosier, Aqi Singgih
Running Time: 105 minutes
Release Date: 15 June 2018

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Flick Magazine)

Kuntilanak baru benar-benar dapat melangkah dengan leluasa ketika film ini murni tampil sebagai sebuah horor dan melupakan usahanya untuk melucu. Beberapa inkonsistensi hadir pada penataan konflik dan karakter yang seringkali membuat Kuntilanak gagal untuk mencapai tujuannya sebagai sajian horor yang mencekam maupun nyaman untuk diikuti pengisahannya. Rating: ★★1/2

BOBBY BATARA (All Film Magazine)

NA. Rating: ★★★

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★★1/4

 

BLOGGERS REVIEW

ARUL FITTRON (Arul’s Movie Reviews)

Kuntilanak memiliki amunisi terbatas untuk menakut-nakuti penontonnya. Tahu akan kelemahannya itu, Kuntilanak mengubah fokusnya ke karakter anak-anaknya yang meskipun juga tak cukup kuat, setidaknya bisa diikuti ceritanya. Coba saja, paruh akhirnya lebih kuat. Rating: ★★

DANIEL IRAWAN (Daniel Dokter)

Took the reboot/new expansion of the original trilogy to It meets Stranger Things spin, Kuntilanak had great potential but had some serious issues and plot holes, while Aurelie and Fero ended up just like guest appearances to its young leads. Rating: ★★1/2

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

Bisa dibilang film Kuntilanak versi 2018 adalah untuk anak-anak. Bagaimana tidak? Di filmnya sisi humor dan keluguan anak-anak lebih ditonjolkan daripada menunjukan sisi kuntilanaknya. Memang sih, momen malam harinya cukup banyak. Tapi, intensitas keseraman Kuntilanak muncul tidak begitu menyeramkan. Rating: ★★1/2

RANGGA ADITHIA (Raditherapy)

Kuntilanak serem sampe bikin dengkul lemes, itu kata penonton di sebelah yang ngga berhenti teriak-teriak bareng temen-temennya. Reaksi penonton ternyata lebih menghibur ketimbang filmnya yang … begitulah. Rating: NA

RASYID HARRY (Movfreak)

Kuntilanak sedikit lebih baik dari rentetan horor busuk belakangan, meski kalau melihat judul-judul pembanding, “sedikit lebih baik” bukan prestasi membanggakan. Rating: ★★1/2

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Kuntilanak seringkali berada di posisi serba tanggung. Memedinya terlalu menyeramkan bagi penonton akil baligh dan usia di bawahnya, tetapi guliran penceritaan rekaan Alim Sudio berikut teror si memedi terlalu menjemukan bagi penonton yang telah merasakan seramnya kehidupan yang sesungguhnya. Di samping itu, Kuntilanak pun terlalu ceria sebagai sebuah film yang memproklamirkan dirinya sebagai film horor. Rating: ★★1/2

TEGUH SANTOSO (Reviewsiana)

NA. Rating: ★★1/2

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Kuntilanak explored more on various myths around to create a kid-friendly horror that’s well-built and developed, even more than its predecessors. Rating: ★★★1/2

 

AUDIENCE REVIEW

ARIA GARDHADIPURA

Lagi-lagi Rizal Mantovani bikin horor yang konsepnya ngambil dari film yang udah ada, tapi somehow eksekusinya boring, plotnya repetitif, dan klimaksnya dragging kayak sinetron yang harusnya udah tamat tapi dipanjangin karena butuh adegan yang lebih dramatis. Satu-satunya yang menarik dari film ini cuma protagonis bocah ciliknya yang kadang bikin gemes. Rating: ★★

DAFFA AKHMAD

Lebih cocok disebut sebagai film komedi ketimbang horor. Lawakannya lucu, comic timing-nya pas. Chemistry dari aktor-aktor cilik nya pun asik. Penasaran kalau ensemble cast ini bermain di genre adventure. Mungkin akan lebih asik. Untuk horornya sendiri membosankan. Rating: ★★1/2

DIMAS RAMADHAN WICAKSANA

Sebuah keberanian dari Rizal Mantovani yang mempercayakan lima anak kecil untuk menjadi pemeran utama dan hasilnya pun tidak mengecewakan. Meski tidak sebaik Kuntilanak versi 2008, tetapi tetap menjadi film yang cukup layak ditonton. Rating: ★★1/2

MONIKA STEVANI

Menurut gue film ini agak cringy sihh. Gak serem sama sekali. Atau emang ini film horror comedy? Ga ngerti juga. Tapi ekspektasi gue bakal lebih serem atau seenggaknya sama kayak film Kuntilanak pendahulu, gak tercapai. Beberapa menit di awal film emang cukup bagus buat ngebangun ceritanya, tapi selanjutnya bener-bener datar dan klise. Beberapa bagian yang mungkin supposed to be funny, malah jadi cringy buat gue. Kalo kualitas akting sih bolehlah, cuma jadi banyak anak kecil gini terinspirasi dari film Danur kali yaa…. Intinya sih film ini cringy, mau kocak tapi tanggung, mau serem tapinya kocak(?). Rating: ★★

 

AUDIENCE RECOMMENDATION

30.8%

 

Last Updated: 26 June 2018


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)