Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Lamaran (2015)

 

 
Overview
 

Genre: ,
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted July 8, 2015 by

 
Full Article
 
 

Lamaran-Poster

Critics Review: ★★★ (5 reviews)
Film Bloggers Review: ★★1/2 (8 reviews)

SYNOPSIS

TIAR SARIGAR, seorang pengacara muda ambisius asal Batak, tiba-tiba karirnya melejit berkat keberaniannya membela BASUKI, klien untuk kasus korupsi kelas kakap yang melibatkan ARIF RUPAWAN, seorang bos mafia. Gara-gara liputan media, Tiar yang selain pintar juga cantik menjadi terkenal dan membuatnya menjadi sasaran ancaman pembunuhan dari Arif yang takut Tiar akan membongkar keterlibatannya.

Muncul untuk melindungi Tiar, dua orang super agent ARI dan SASHA dengan segala keahlian mereka yang kadang-kadang menghalalkan segala cara, termasuk merekrut seorang resepsionis kantor Tiar yang polos, AAN, cowok Sunda, untuk menjadi mata-mata dengan cara disetting menjadi pacar Tiar. Sialnya, keberadaan Aan sebagai “pacar” Tiar justru ditanggapi serius oleh keluarga besar Tiar, yang langsung memprotes Aan yang bukan orang batak, berani-beraninya mendekati putri kebanggaan mereka.

Demi menjaga penyamarannya sebagai pacar Tiar, Aan dibantu Ari dan Sasha pun berusaha mengambil hati keluarga besar Sarigar, antara lain dengan berusaha membeli marga. Namun hal ini justru dimanfaatkan oleh sepupu Tiar, MEJA, yang menggunakan kesempatan pembelian marga ini untuk keuntungan diri sendiri.

Di sisi lain, Bu Sarigar berusaha menjodohan Tiar dengan RAYMOND, pemuda Batak ganteng sempurna supaya Tiar mau “memutuskan hubungan” dengan Aan. Tidak disangka-sangka, dengan kepolosan dan keluguannya, Aan justru betul-betul mengambil hati Tiar. Bahkan, Aan juga berhasil memberi inspirasi ke Bu Sarigar untuk berani tampil meraih cita-citanya, menjadi seorang stand up comedian.

Masalah muncul saat ibu Aan, BU EUIS, tahu juga mengenai hubungan Aan dan Tiar. Bu Euis yang semulai mencoba berbesar hati anaknya menikah bukan dengan orang Sunda, shock saat berhadapan dengan benturan budaya dengan keluarga Sarigar. Apalagi Bu Sarigar juga memanfaatkan kepanikan Bu Euis, untuk menakut-nakuti Aan membatalkan rencana untuk melamar.

General Information

Director: Monty Tiwa
Scriptwriter: Cassandra Massardi
Cast: Reza Nangin, Acha Septriasa, Arie Kriting, Sacha Stevenson, Cok Simbara, Mak Gondut, Wieke Widowati
Running Time: 100 minutes
Release Date: 15 July 2015

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

ABBAS ADITYA (KapanLagi)

NA. Rating: ★★★

BOBBY BATARA (All Film Magazine)

NA. Rating: ★★★1/2

RANGGA ADITHIA (Flick Magazine)

Lamaran beruntung punya Mak Gondut yang selalu sanggup menghadirkan tawa dengan lawakan yang terkesan tidak dibuat-buat, kala sebagian lawakan di film ini kadang memang dirasa tak cocok dengan selera humor saya. Begitupula dengan Acha Septriasa yang sekali lagi tak hanya memperlihatkan dia mampu tampilkan kualitas akting yang hebat, tapi bisa juga tampil kocak di beberapa adegan. Sayangnya, kali ini saya merasa chemistry-nya dengan Reza Nangin kurang digali lebih dalam, oleh karena itu bagian romantisnya pun agak terasa hambar. Well, kehambaran tersebut untungnya masih bisa saya hiraukan, toh Lamaran tetap mampu membuat saya tertawa dan terhibur. Rating: ★★★

REINO EZRA ANRETI (Muvila)

Lamaran masih cukup berhasil dalam membangun unsur yang menjadi dasarnya, yaitu romansa. Konsep “dari pacar pura-pura jadi sungguh-sungguh” memang tampak klise, tetapi penataan adegan-adegan yang membangun kisah cinta Aan dan Tiar, serta pembawaan kedua pemeran utamanya yang terlihat nyaman, membuat romantisme itu tetap muncul. Toh, memang film ini dibuat sebagai sebuah kisah cinta, dengan tambahan humor di sana-sini. Pada akhirnya memang Lamaran berhasil untuk tetap setia pada tujuannya sebagai komedi romantis, sekalipun hampir tertutupi oleh ide-ide besar yang tidak tergarap dengan sempurna. Rating: ★★1/2

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

Andai dagelan sekelas Cassandra-Monty ini dilakonkan oleh aktor dan aktris medioker, Lamaran akan berlangsung garing. Acha, Reza, Lina, Cok, sampai Wieke Widowati sadar akan hal ini. Tiga puluh menit pertama membuat kami curiga proses produksi film ini berjalan minus reading yang cukup. Untunglah, lepas dari menit ketiga puluh, Monty and the gang mulai tune in satu sama lain. Di sisi lain, para komika kita seperti Arie Kriting hingga Mongol memberi umpan balik yang berimbang. Lamaran terasa segar tanpa kehilangan elemen romansa dan haru. Rating: ★★★

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

Lamaran, secara keseluruhan, bukanlah presentasi yang benar-benar buruk. Film ini hanya melantur terlalu banyak dengan menyajikan terlalu banyak konflik yang gagal untuk dikembangkan dengan baik dalam penceritaannya sehingga gagal untuk benar-benar mampu menampilkan sebuah jalan cerita yang solid. Rating: ★★1/2

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Style Monty yang tampil dalam karya-karya bagusnya seakan tak lagi bertaji di sini. Begitupun, bukan berarti Lamaran sepenuhnya gagal sebagai sebuah sajian hiburan. Dalam konteksnya sebagai romcom yang menghibur buat tontonan di saat-saat liburan, Lamaran masih cukup bekerja dengan gimmick komedi yang tetap bisa membuat kita tergelak lewat penampilan ensemble cast tadi–terutama Arie Kriting, Sacha Stevenson dan Mak Gondut yang menjadi penyelamat utamanya. Dan satu yang terpenting: effort bagus terhadap genre mishmash-nya memang tetap masih bisa terlihat di tengah-tengah ketidaksempurnaan penggarapan yang mungkin tak juga sampai dipedulikan sebagian pemirsanya. Good efforts with unfortunately, incomparable execution. Rating: ★★★

DIAKSA ADHISTRA (Mokino)

Sometimes funny, sometimes “crispy.” Filmnya hampir kayak dikejar deadline, banyak yang sedikit terburu-buru. Sacha Stevenson dan Arie Kriting tetep paling lucu. Rating: ★★★

DJAY (So-Called Reviewer)

Lamaran adalah tipikal film-filmnya Monty, yang jelek di awal kemudian berkembang baik dari tengah sampai ending. Mungkin agak terlihat aneh saat Acha harus berakting menjadi orang Batak, kemudian memaksakan diri menggunakan logat Batak. Tapi, semakin menit Acha mampu membuktikan bahwa dia bermetamorfosis menjadi aktris dengan kapasitas akting yang baik. Sayangnya, kelemahan Lamaran justru ada di leading actor-nya. Reza masih belum bisa dipercayai untuk memerankan peran utama. Lamaran jelas dibantu oleh Mak Gondut, Arie Kriting, dan Sasha. Arie Kriting way better than Babe Cabelita. Lamaran memang tidak terlalu baik dalam mengeksekusi komedi. Tapi sedikit mengesampingkan kekurangannya. Film ini sudah cukup menghibur. Rating: ★★1/2

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

Acha Septriasa memang layak disebut pemain serba bisa. Kelihatan usahanya sebagai orang Batak. Overall, filmnya menghibur juga. Rating: ★★1/2

KANIA KISMADI (Ngobrolin Film)

Lamaran bikin ngakak tapi juga bikin nangis. Duet Reza-Acha, Cok Simbara-Mak Gondut, Arie-Sacha, dan Mak Euis keren semua! Rating: NA

ODAGOMA RHEINHARD (Layar Tancep)

Sebagai film komedi, seringkali punchline-nya tidak “jadi.” Justru sisi romantisnya yang terasa manis. Rating: ★★1/2

TEGUH SANTOSO (Reviewsiana)

Benturan berbagai ragam budaya Indonesia masih jadi resep jitu untuk menghadirkan tawa segar, tapi Lamaran seharusnya menghadirkan resep itu dalam sebuah cerita yang utuh. Saya bilang tak utuh karena Lamaran berupaya menghadirkan banyak cerita tetapi hanya sepotong-sepotong. Saya bahkan bingung film ini cerita tentang operasi rahasia ataukah tentang benturan budaya Batak-Sunda? Walau begitu saya berharap bisa melihat lagi aksi detektif Arie Kriting – Sacha (tentunya dengan cerita yang lebih baik). Scene favorit ada di pertengkaran Mak Gondut vs Bu Euis, sayang kurang banyak dan kurang dalam. Rating: ★1/2

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

In the end, setidaknya Monty-Cassandra masih punya cukup banyak guyonan-guyonan yang berhasil membuat saya tertawa lepas, meski tak sampai terbahak-bahak juga. Tak ketinggalan pula momen-momen romantis yang klise sih, tapi tetap dengan mudahnya membuat penonton terharu (apalagi jika relate dengan kehidupan asmara Anda sendiri). As usual, untuk urusan kedua aspek ini, mereka juaranya, dan ini sudah cukup menjadi alasan untuk menyimak Lamaran. Rating: ★★★1/2

 

Last Updated: 6 August 2015


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)