Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Love and Faith (2015)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted February 25, 2015 by

 
Full Article
 
 

LoveAndFaith-Poster

Critics Review: ★★ (5 reviews)
Film Bloggers Review: ★★1/4 (6 reviews)

SYNOPSIS

Menceritakan tentang kisah cinta Kwee Tjie Hoei seorang guru olahraga dan Lim Kwei Ing seorang mahasiswa yang dimulai dari sebuah sekolahan. Kwee merupakan kelahiran Tingkok dan Lim kelahiran Indonesia. Percintaan mereka berlanjut ke jenjang pernikahan, namun dipisahkan karena terjadinya peralihan Orde Lama ke Orde Baru. Cinta mereka terus diuji, ketika perusahaan bank milik keluarga Lim mengalami kesulitan.

General Information

Director: Benni Setiawan
Scriptwriter: Benni Setiawan
Cast: Rio Dewanto, Laura Basuki, Dion Wiyoko, Irina Chiu Yen Tan, Ferry Salim
Running Time: 100 minutes
Release Date: 5 March 2015

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Flick Magazine)

Benni Setiawan dan Bagus Bramanti mungkin berniat baik dengan mengisahkan bagaimana karakter Kwee Tjie Hoei mampu menghadapi tantangan demi tantangan dalam usahanya membersihkan imej sekaligus membangun sebuah bank bermasalah yang dipercayakan kepadanya. Sayangnya, dalam penceritaan sebuah film, permasalahan yang sepertinya tidak ada habisnya tersebut justru membuat kehidupan karakter Kwee Tjie Hoei terasa dikemas terlalu berlebihan. Parahnya, Benni Setiawan kemudian sepertinya acuh dalam memberikan berbagai solusi dari deretan banyak konflik yang telah ia hadirkan dalam Love & Faith dan memilih mengakhiri film ini dengan satu, dua baris kalimat mengenai kehidupan Kwee Tjie Hoei selepas deretan konflik tersebut. Rating: ★★1/2

BOBBY BATARA (All Film Magazine)

Kinerja Benni dalam mengeksekusi proyek ini patut diacungi jempol. Akting pelakonnya menggetarkan–Rio Dewanto dan Laura Basuki memberi suguhan yang menawan. Tata artistiknya pun cukup meyakinkan untuk menciptakan Bandung era ’60-an. Namun sungguh sayang lagi-lagi cerita menjadi kelemahan utama. Sang protagonis tidak diperlihatkan apa ikhtiarnya untuk menggapai sukses. Saat plot sedang memuncak keseruannya, tiba-tiba berhenti begitu saja. (taken from print edition #64) Rating: ★★★

REINO EZRA ANRETI (Muvila)

Ibarat perjalanan yang panjang dan berliku, tiba-tiba dipaksa berhenti ketika sudah tinggal lima menit mencapai tujuan. Film ini justru distop pada bagian Hoei mulai bangkit, sedangkan sisanya dijelaskan lewat tulisan. Dengan cara demikian (entah keputusan di editing atau memang dari skenarionya), film ini tak hanya terkesan tanggung, tetapi juga abai dalam menyelesaikan misi inspirasinya dalam bahasa gambar.  Rating: ★★

SHANDY GASELLA (Detik)

Sayangnya, kisah yang dibangun dari pondasi cerita yang semestinya thrilling ini tak didukung naskah cerita yang kuat. Boleh dibilang naskah film ini buruk, tak memiliki plot yang mengikat yang mampu menggerakkan cerita dengan terarah. Naskah tulisan Benni Setiawan (‘Sepatu Dahlan, ‘Madre’) yang sekaligus menyutradarai film ini, tak mampu mengantarkan sekuen demi sekuen jadi satu kisah utuh yang enak untuk diikuti. Rating: 0

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

Naskah film ini menuntut para pelakon berbuat banyak. Riset artistik dikerjakan dengan cukup teliti. Maka, kapasitas akting dua pemeran utamanya pun terasa maksimal. Kalau boleh memberi kritik, emosi yang maksimal sayangnya kurang diimbangi ilustrasi musik dan soundtrack yang melodius. Rating: ★★★1/2

 

BLOGGERS REVIEW

CANDRA ADITYA (That Candra Aditya Kid)

Bagaimana lo bisa enak ngikutin film kalo lo nggak dikasih kesempatan untuk ngeliat karakternya beneran melakukan sesuatu— atau pengkarakteran tokoh to begin with? Apalagi ngomongin biopik tentang kisah orang sukses. Lo harus menjelaskan dengan tepat. Itulah yang bikin The Imitation Game menggelinjang karena abis nonton lo jadi kayak, “Alamakjan, Alan Turing keren banget!” Nggak dalam kasus Love & Faith. Rating: 1/2

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Worked too hard on its conflicts thus forgot to spare more rooms for solutions, Love and Faith still had a great production design and acts. Rio Dewanto dan Laura Basuki bermain baik sekali bersama chemistry-nya di Love and Faith. The other cast was fine, too. Rating: ★★★

DJAY (So-Called Reviewer)

Jadi, apakah kisah ini inspiratif? Mengingat ini biopik orang sukses di Indonesia? Mungkin bagi sebagian orang iya, tapi saya belum bisa terinspirasi. Tontonlah film ini jika ingin melihat akting Rio Dewanto yang baik, tapi hindari jika anda ingin mencari tontonan yang menggugah perasaan. Rating: ★★1/2

HARIS FADLI PASARIBU (Tales from Motion Sickness)

‘Love & Faith’ is beautiful to see. The act is award worthy. Alas, gripping and coherent plot are things it doesn’t possessed. Too bad. Rating: ★★1/2

RANGGA ADITHIA (Raditherapy)

Terpaku pada konflik, tidak hanya membuat “Love and Faith” kehilangan daya tariknya yang sudah dibangun sejak awal cerita, tapi juga menghilangkan porsi karakter-karakter pendukung lainnya. Untungnya “Love and Faith” masih punya Rio Dewanto dan Laura Basuki, akting keduanya setidaknya masih menyelamatkan film ini dari kosongnya satu bangku penonton pada waktu itu. Kalau tidak dijejali performa luar biasa Rio dan Laura, mungkin saya sudah meninggalkan bioskop lebih dulu sebelum film benar-benar menyelesaikan durasinya. Rating: ★★★

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Benni Setiawan terlihat kebingungan dalam menawarkan konklusi sehingga ‘jalan pintas’ yang mengecewakan pun ditempuhnya. Meredam seketika perasaan yang terlanjur berkecamuk sedemikian rupa. Emosi penonton yang telah diterbangkan cukup tinggi mendadak dijatuhkan… begitu saja. Jika diperkenankan meminjam istilah beken saat ini, “sakitnya tuh disini, Pak Benni!.” Beruntung Love & Faith masih memperoleh sentuhan cantik dari desain produksi yang memberi gambaran latar waktu meyakinkan dan performa dua jempol dari duo Rio Dewanto-Laura Basuki yang mempertontonkan chemistry hebat. Rating: ★★★

 

Last Updated: 26 April 2015


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)