Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Mencari Hilal (2015)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted July 5, 2015 by

 
Full Article
 
 

MencariHilal-Poster

Critics Review: ★★★★ (5 reviews)
Film Bloggers Review: ★★★3/4 (18 reviews)

SYNOPSIS

Di benak Mahmud (Deddy Sutomo), tak ada yang lebih mulia selain tulus berjuang menerapkan perintah Islam secara kaffah dalam semua aspek hidup. Bertahun-tahun lamanya Mahmud berdakwah agar setiap orang percaya bahwa Islam adalah satu-satunya solusi semua persoalan hidup.

Sayangnya semangat Mahmud tercederai saat Mahmud mendapati adanya isu sidang Isbat Kementrian Agama yang menelan dana 9 milyar untuk menentukan hilal yang memastikan datangnya Hari raya Idul Fitri. Mahmud teringat lagi tradisi mencari Hilal yang dilakukan pesantrennya dulu – perjalanan yang sarat makna spiritual, tapi sudah lama tak dilakukan lagi sejak pesantrennya bubar puluhan tahun lalu.

Di penghujung umurnya yang menua, Mahmud ingin mengulang tradisi itu untuk membuktikan kepada semua orang bahwa ibadah tidak dibuat untuk memperkaya diri. Hilal bisa ditemukan tanpa harus menelan biaya milyaran.

Sayangnya upayanya itu terhalangi oleh larangan Halida (Erythrina Baskoro), anak perempuannya karena mengkhawatirkan kesehatan Mahmud yang menurun. Mahmud tetap bersikeras pergi. Akhirnya Halida membolehkan Mahmud pergi dengan syarat harus ditemani Heli (Oka Antara), anak bungsu Mahmud yang sudah sejak lama pergi dari rumah karena selalu bertentangan dengannya.

Heli sang aktivis lingkungan hidup ini kerap kali membuat Mahmud gerah karena sangat kritis terhadap agama. Heli sendiri sebenarnya menolak menemani Mahmud. Namun dia terpaksa menuruti permintaan Halida agar kakaknya yang bekerja di kantor imigrasi itu membantunya mengurus paspornya yang kadaluarsa bertepatan dengan libur lebaran. Dia butuh secepatnya keluar negeri membantu para aktifis dunia berjuang melawan perusakan lingkungan di Nikaragua.

Dengan terpaksa, kedua bapak-anak ini melakukan perjalanan bersama dan bertemu banyak peristiwa dan orang, diantaranya Arifin (Toro Margens), teman lama Mahmud yang juga ternyata seorang caleg yang ambisius.

Mungkinkah Ramadhan kali ini menautkan kembali dua hati yang terpisah ini?

General Information

Director: Ismail Basbeth
Scriptwriter: Salman Aristo, Bagus Bramanti, Ismail Basbeth
Cast: Deddy Sutomo, Torro Margens, Erythrina Baskoro, Oka Antara
Running Time: 94 minutes
Release Date: 15 July 2015

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

ABBAS ADITYA (KapanLagi)

NA. Rating: ★★★★

ANDRI CAHYADI (Cinemags)

NA. Rating: ★★★1/2

RANGGA ADITHIA (Flick Magazine)

Apa adanya Mencari Hilal inilah yang kemudian membuat saya takjub. Tak banyak polesan, tak banyak sumpalan drama, bahkan scoring-nya pun tidak ingin terkesan mubazir. Kita akan diajak untuk melihat film yang sederhana, tapi disitulah letak kemewahan Mencari Hilal–ketika berhasil menuturkan kisahnya yang sederhana dengan begitu indah, hangat sekaligus mengena tepat ke hati. Rating: ★★★★★

SHANDY GASELLA (Detik)

Mencari Hilal adalah film yang sangat baik, tidak hanya sebagai kisah yang sangat manusiawi dari hubungan ayah-anak, tapi juga sebagai sebuah jendela kecil ke praktik dunia Islam di Nusantara. Ini adalah film yang merangsang pemikiran, menyenangkan dan dibuat dengan baik; menggambarkan muslim sebagai manusia yang berdarah daging, bukan karikatur. Tak ada stereotip di sini. Dan, keindahan film ini adalah menyaksikan perkembangan hubungan Pak Mahmud dan Heli, tantangan yang mereka hadapi, dan orang-orang yang mereka temui dalam perjalanan. Kita melihat kesenjangan generasi yang jelas di dalamnya, dan film ini mencoba menjadi jembatan agar keduanya mampu berkomunikasi satu sama lain. Rating: ★★★★

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

Terlepas dari keceriwisannya, Mencari Hilal adalah pengejawantahan film sebagai wajah realita sosial yang dihidangkan lewat racikan dialog-dialog sarat gizi rendah pembodohan. Disuguhkan di atas piring bermotif polos karena materi dasarnya sudah cukup beragam. Ibarat gaun, Mencari Hilal adalah busana dengan potongan clean cut yang membuat pemakainya terlihat lebih berkarakter dan tegas. Dilakonkan oleh mereka yang tidak begitu akrab dengan Piala Citra, bahkan mungkin belum mendapat pengakuan festival. Betapa pun demikian, Deddy dan Oka adalah penerjemahkan dari konsep “ketepatan kasting.” Rating: ★★★★

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

Terlepas dari beberapa kekurangannya, Mencari Hilal mampu muncul sebagai sebuah sajian yang berhasil berbicara secara personal kepada setiap penikmatnya tanpa pernah terasa menggurui atau menceramahi meskipun dengan tema penceritaan yang dibawakannya. Salah satu film yang jelas akan meninggalkan kesan begitu mendalam pada setiap penontonnya jauh seusai mereka menyaksikan film ini. Rating: ★★★★

CANDRA ADITYA (That Candra Aditya Kid)

Mencari Hilal tetap sebuah tontonan yang wajib tonton karena nggak hanya ceritanya menggugah di antara catatan-catatannya, tapi juga karena dua aktor utamanya beneran komit untuk menelan mentah-mentah peran mereka. Deddy Sutomo dan Oka Antara nggak hanya mempunyai chemistry yang sangat bagus, tapi juga semua mimik muka, body language, dan respon mereka terhadap satu sama lain dan karakter lainnya luar biasa bagus. Rating: ★★★1/2

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Satu yang jelas, tak setiap hari kita bisa mendapatkan film nasional sebaik ini, apalagi yang bisa jadi tontonan wajib di setiap momen Lebaran. Mencari Hilal memang sederhana, tapi tak sekalipun kehilangan rasa. Rating: ★★★★

DIAKSA ADHISTRA (Mokino)

Secara produksi dan cerita, ini salah satu film Indonesia terbaik tahun ini. Nggak perlu wajah cameragenic untuk bisa menampilkan akting yang bagus! Film ini banyak “nyentil”-nya karena menampilkan isu politik yang sering masuk berita. Ismail Basbeth berhasil bikin film yang berkualitas! Rating: ★★★★

DJAY (So-Called Reviewer)

Gue merinding di beberapa bagian. Getir, bahagia, gamang dan diajak berkontemplasi. Terkadang agama memang tak semudah itu. Rating: ★★★★

ELBERT REYNER (A Cinephile’s Diary)

Mencari Hilal memang mempunyai visual dan teknik bercerita yang mutakhir dalam menyampaikan nilai-nilai ajaran Islam-nya. Tetapi, apabila dipandang dengan kacamata objektif, film ini masih terjangkit penyakit film-film religi kebanyakan, yakni penggolongan penonton dan membuat penonton non-muslim merasa tersisihkan, meski di beberapa kesempatan, film ini sudah berusaha keras untuk bersikap netral. Rating: ★★★

ERLITA PUTRANTI (It Caught My Eyes)

One might take Mencari Hilal as a stance-less movie, which could be problematic at times. But for me, Mencari Hilal is a reflection of Indonesia’s current state of affair–one that would urge those who watch it to take a look at the mirror and re-evaluate their own current stance. And it is a good thing that Mencari Hilal does not take sides, for it strike a delicate balance until the very end. It is not a preaching in disguise, but it ultimately serves as a reminder that differences exist and there’s nothing wrong with that, as long as you’re willing to accept it with nothing less than good-natured tolerance. Rating: ★★★★1/2

HARIS FADLI PASARIBU (Tales from Motion Sickness)

Tad preachy sometimes, which is predictable, but overall it’s a nice little film about redemption with decent amount of heart. Rating: ★★★1/2

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Melalui cara bertutur penuh kesederhanaan dalam balutan dialog-dialog natural, Mencari Hilal bisa begitu tampil memikat sejak menit pertama ia bergulir dalam tugasnya menyampaikan pesan-pesan besar tentang toleransi, keberagaman, perbedaan, dan pencarian jati diri dari dua karakter utamanya melalui perjalanan spiritual luar biasa. Dan yang terpenting, kamu tidak perlu menjadi seorang Muslim untuk dapat mengerti apa yang disampaikan Mencari Hilal, karena pada dasarnya ini adalah tontonan drama universal yang mampu merengkuh semua kalangan meski sepintas ia mungkin terkesan segmented. Rating: ★★★★

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

Cerita sederhana yang mendalam dan tidak berceramah banyak. Nampaknya menjadi film wajib ditonton tahun ini di bioskop. Rating: ★★★1/2

LUTHFI PRASETYA PUTRA (Review Luthfi)

Mencari Hilal adalah film tentang perbedaan dan bagaimana kita mencari kehangatan dari perbedaan tersebut. Sebuah drama keluarga dengan balutan nilai religi yang pas. Film yang mampu memaparkan kondisi intoleransi di negeri ini dengan apa adanya. Memberikan pelajaran tanpa harus terlalu menggurui. Sebuah film yang secara teknis cantik, diperankan oleh Deddy Sutomo dan Oka Antara dengan sangat menawan. Rating: ★★★1/2

ODAGOMA RHEINHARD (Layar Tancep)

Berkali-kali tertegun, berkali-kali tertawa, berkali-kali terharu, berkali-kali tersenyum. Terbaik dari beberapa tahun. Rating: ★★★★1/2

RASYID HARRY (Movfreak)

Mencari Hilal bertutur layaknya bagaimana seharusnya suatu agama/kepercayaan merasuk dalam diri manusia: sederhana tapi kuat, dan yang paling penting sama sekali tidak memaksa kita untuk menerimanya. Indah sekaligus tulus. Rating: ★★★★1/2

REINO EZRA ANRETI (Ajirenji Mindstream Reviews)

Gw suka dan tersentuh dengan apa yang ingin diceritakan, digarap dengan sederhana namun bernas dan tak jarang jenaka (filmnya tetap menghibur), dialog-dialog yang mengena tapi disampaikan dengan natural dan berbobot oleh para aktornya (Pak Deddy is fascinating), dan penggarapan teknisnya yang sangat, sangat rapi dan cantik. Ya sayang aja kalau banyak orang menghindari film ini dengan alasan not interesting enough, padahal isunya justru paling aktual dan filmnya sendiri salah satu yang paling penting untuk ditonton saat-saat ini. Rating: ★★★★

ROHMAN SULISTIONO (Ocehan Si Momo)

Film religi yang gak jual melodrama beragama dalam penyajiannya. Tak merasa paling benar. Dituturkan secara sederhana namun tepat sasaran. Salah satu film terbaik yang gue tonton tahun ini. Keren! Rating: ★★★★

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Mencari Hilal merupakan hasil perpaduan sempurna antara kebernasan naskah racikan duo Bagus-Salman, penyutradaraan cakap Ismail, lantunan tembang menghanyutkan Sabrang, iringan musik syahdu Charlie Meliala, penataan gambar kelas wahid Satria Kurnianto (tak terhitung jumlahnya bingkaian gambar luar biasa cantik yang membuat diri ini terpana khususnya adegan berpisah bus), serta paling utama, permainan dahsyat jajaran pemainnya, terlebih chemistry menyengat antara Deddy Sutomo dan Oka Antara. Rating: ★★★★1/2

TEGUH SANTOSO (Reviewsiana)

Mencari Hilal adalah sebuah pesan besar yang disampaikan dengan simple, hangat, indah, dan menyenangkan. Rating: ★★★1/2

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Naskah yang begitu solid didukung pula oleh penyutradaraan yang tak kalah baiknya oleh Basbeth. Tak sampai jatuh menjadi melodrama yang berlebihan, di tangan Basbeth MH menjadi tontonan hiburan yang mengalir dan hidup. Kalaupun sampai membuat Anda menitikkan air mata, itu tidak berasal dari adegan-adegan yang didramatisir, tapi karena memang relate dengan kehidupan nyata. Tak sampai pula jatuh menjadi terlalu karikatur seperti yang sering dilakukan Hanung, alur MH tetap mengalir dengan elegan. Alur cerita yang berbobot pun menjadi terasa begitu sederhana dan mudah untuk diikuti sekaligus dinikmati. Rating: ★★★★1/2

 

Last Updated: 31 July 2015


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)