Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Nada untuk Asa (2015)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted January 26, 2015 by

 
Full Article
 
 

NadaUntukAsa-Poster2

Critics Review: ★★★1/4 (7 reviews)
Film Bloggers Review: ★★★ (9 reviews)

SYNOPSIS

Segalanya tampak sempurna di kehidupan Nada (Marsha Timothy). Ia memiliki kehidupan rumah tangga impian, anak-anak yang lucu, dan keluarga yang selalu mendukungnya. Sampai suatu ketika, sebuah tragedi menimpanya. Tragedi yang tidak hanya merenggut belahan jiwanya, tetapi juga keluarganya dan masa depannya.

Namun, tragedi itu lantas membuat Nada untuk berani hidup dan memperjuangkan hidup. Ini adalah kisah mengenai perjuangan Nada demi kelanjutan asa dan masa depannya.

 

Everything seems to be perfect in Nada’s (Marsha Timothy) life. Nada is blessed with the family of her dream, wonderful children, and ever-supportive relatives. Until one day, a tragedy befalls upon her. A tragedy that does not only take her soulmate away, but also threatens her family, and her future.

But the tragedy only encourages Nada to stay alive and fight for it. This is the story of Nada’s inspiring struggle to fight for her hopes and her future.

 

General Information

Director: Charles Gozali
Scriptwriter: Charles Gozali
Cast: Acha Septriasa, Darius Sinathrya, Marsha Timothy
Running Time: 98 minutes
Release Date: 5 February 2015

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

ABBAS ADITYA (KapanLagi)

#NadaUntukAsa drama tentang ODHA yang disampaikan dengan porsi pas, tidak lebay dan mampu hantarkan kepahitan reaksi masyarakat dengan jujur. Performa ensemble cast, terutama Acha Septriasa dan Marsha Timothy, berhasil memberi ruh tersendiri di film ini. Sayangnya, treatment film ini masih seperti FTV dari camera movement, grading, etc. All in all nggak boleh dilewatkan. Rating: ★★★

BOBBY BATARA (All Film Magazine)

NA. Rating: ★★★★

REINO EZRA ANRETI (Muvila)

Penampilan Marsha dan Acha patut mendapat pujian, terutama karena sanggup mengangkat karakter mereka secara dramatis tanpa harus jadi over-the-top. Satu lagi hal lagi yang membuat Nada untuk Asa punya nilai lebih adalah caranya menyampaikan “penyuluhan” yang mulus tentang HIV/AIDS. Seakan mematahkan kebiasaan film dan sinetron Indonesia dalam menggambarkan penderita penyakit berat, film ini lebih menunjukkan tokoh-tokoh utamanya menderita karena sikap orang-orang di sekitarnya, bukan penyakitnya. Rating: ★★★

SHANDY GASELLA (Detik)

Sutradara sekaligus penulis naskah Charles Gozali (‘Finding Srimulat’) berhasil menghadirkan film penuh isak tangis ini tanpa membuatnya jadi sekedar gelaran drama menye-menye. Naskah yang ditulisnya ini dipenuhi dialog-dialog cerdas, pun dalam temanya yang kelam ia masih sempat pula menyelipkan guyonan-guyonan segar. Rating: ★★★1/2

TAUFIQUR RIZAL (Flick Magazine)

Kinerja cemerlang dari setiap departemen yang saling melengkapi satu sama lain inilah pada akhirnya berjasa besar menyukseskan tujuan mulia Nada Untuk Asa untuk hadir sebagai tontonan soal penyakit yang ‘berbeda’, mengapungkan harapan alih-alih menjatuhkan dan mengedukasi. Tanpa perlu dihujani tangis pilu berlebihan, Nada Untuk Asa malah berhasil mencuri perhatian, menghujam emosi sekaligus menginspirasi. Rating: ★★★1/2

TITIS SAPTO RAHARJO (Flick Magazine)

Sukses dibuat mengharu-biru nonton #NadaUntukAsa. Rating: ★★★

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

Diperankan tiga aktris dengan interpretasi memikat, NUA bagai peragaan akting yang menyihir hati. Wulan dengan porsi paling sedikit, makeup ciamik, seketika mencuri perhatian. Marsha memang tidak bermain rias. Porsi peran melimpah, membuatnya tampak leluasa menerjemahkan kemelut hidup. Ia poros yang jika dihilangkan, roda skenario diyakini tidak akan semenarik ini. Rating: ★★★1/2

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

Charles justru berusaha menjadikannya kisahnya menjadi kisah keseharian manusia biasa – hanya saja kali ini karakter-karakter manusia biasa tersebut hidup dengan HIV/AIDS. Keputusan yang kemudian mampu membuat Nada untuk Asa tampil bercerita secara humanis tanpa pernah terasa berusaha memaksa untuk menjadi sebuah sajian inspirasional maupun drama yang mendayu-dayu. Rating: ★★★

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Either a tribute for moms, a celebration of life, hopefully an effective campaign to reduce / neutralize HIV/AIDS – Related Stigma, atau sekedar film Indonesia yang bicara hal-hal sama namun dengan pendekatan jauh berbeda,  ‘Nada Untuk Asa’ adalah sebuah persembahan untuk semua yang berani hidup. Rise Up and Live! Rating: NA

DIAKSA ADHISTRA (Mokino)

“Nada Untuk Asa” mungkin moral ceritanya bagus, stay positive even lo kena penyakit seberat apapun. But, overall kurang encouraging. Rating: ★★★

DJAY (So-Called Reviewer)

#NadaUntukAsa ini bagus. Penggambaran settingnya gue suka. Ceritanya juga mengalir apik. Dan dengan jajaran cast yang adalah bintang-bintang besar. Sutradaranya membaginya dengan adil. Semua dapet bagian buat tampil dengan kemampuan mereka. Rating: ★★★1/2

ELBERT REYNER (A Cinephile’s Diary)

Di luar narasi unik dan akting memikat, #NadaUntukAsa cenderung gagal mengangkat premise-nya menjadi sebuah tontonan thought-provoking. #NadaUntukAsa lebih banyak berusaha menciptakan adegan melodramatis daripada solusi untuk karakter-karakternya. Not bad kalau jatuhnya nggak sinetron-ish. Rating: ★★★

HARIS FADLI PASARIBU (Tales from Motion Sickness)

Di tangan aktor-aktris yg salah, niscaya #NadaUntukAsa tak beda jauh dari sinetron yang memenuhi TV. Beruntung film ini mendapatkan mereka. Terlepas berbagai kekurangannya, #NadaUntukAsa tetap menarik untuk ditonton. Setidaknya dia dikerjakan dengan “niat” yang patut diapresiasi. Rating: ★★★

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Sulit untuk membuat sajian drama lokal dengan berbahan dasar penyakit mematikan macam HIV/AIDS tanpa menjadi tontonan cengeng, terutama untuk sutradara seperti Charles Gozali yang sebelumnya pernah menghadirkan sesuatu yang bertolak belakang dalam Finding Srimulat. Tetapi untung saja dalam Nada Untuk Asa Charles Gozali memilih jalan lain yang lebih tegar tanpa harus kehilangan pesan dan emosinya, plus dukungan dari jajaran ensemble cast yang bermain sangat solid dalam menggerakan naskah inspiratifnya. Rating: ★★★1/2

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

NADA UNTUK ASA. Minusnya masih ada tapi ketutup dengan Marsha Timothy yang spektakuler berakting di film ini. Pemain lainnya juga bermain dengan baik. Rating: ★★★

KANIA KISMADI (Ngobrolin Film)

Ini memang kisah sedih, tapi ini bukan kisah sedih yang membuat kita cuma bisa menangis saja. Justru di balik tangisannya, ada semangat dan optimisme yang nampak. Optimisme yang membukakan mata bahwa di tengah segala kesusahan yang kita alami, semua bisa kita lalui selama kita berani menghadapinya. Rating: NA

RANGGA ADITHIA (Raditherapy)

“Nada Untuk Asa” adalah melodrama yang punya hati dalam menyampaikan ceritanya, tanpa menjual tangis, mengobral penyakit atau menjadikan “berani untuk hidup” hanya sebagai slogan kosong belaka. Rating: ★★★1/2

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Dengan berbagai dukungan yang serba sederhana tapi tidak main-main, message positif yang tepat, performa yang begitu powerful, NuA adalah sebuah film drama keluarga Indonesia yang patut mendapatkan apresiasi lebih. Rating: ★★★1/2

 

Last Updated: 14 February 2015


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)