Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Negeri Van Oranje (2015)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


3
Posted December 18, 2015 by

 
Full Article
 
 

NegeriVanOranje-Poster

Critics Review: ★★★ (4 reviews)
Film Bloggers Review: ★★3/4 (16 reviews)

SYNOPSIS

Ini adalah kisah tentang perjalanan lima sahabat, memaknai hidup, cita-cita, perjuangan dan cinta, di negeri yang jauh dari asal mereka.

Perjalanan yang membawa seorang perempuan bernama Lintang ke hari ini. Satu hari sebelum pernikahannya. Hari di mana segala ingatan itu kembali. Tentang sahabat-sahabatnya: Daus, Banjar, Wicak dan Geri.

Bersama-sama mereka telah melewati pendidikan strata dua di Belanda. Walaupun kuliah di kota-kota yang berbeda: Leiden Utrecht, Rotterdam, Wageningen dan Den Haag, persahabatan mempersatukan mereka, dan membuat mereka bisa bertahan di negeri yang jauh dari Indonesia itu.

Kebersamaan mereka kemudian membawa Lintang pada cinta. Cinta yang kemudian bertepuk sebelah tangan karena alasan yang tak seorang pun dari mereka pernah menduga.

Kebersamaan itu juga yang membawa mereka ke Praha dan di Praha kemudian masalah terbesar yang selama ini terpendam di antara mereka, muncul ke permukaan. Permasalahan yang mengatasnamakan… cinta.

Dan hari ini… Lintang akan menikah…

Dengan salah satu dari mereka.

General Information

Director: Endri Pelita
Scriptwriter: Annisa Rijadi, Titien Wattimena, Raden Wahyuningrat, Adept Lenggana, Rizki Pandu Permana
Cast: Tatjana Saphira, Chicco Jerikho, Abimana Aryasatya, Arifin Putra, Ge Pamungkas
Running Time: 97 minutes
Release Date: 23 December 2015

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

ABBAS ADITYA (KapanLagi)

NA. Rating: ★★1/2

ANDRI CAHYADI (Cinemags)

NA. Rating: ★★★1/2

LUSI TRIANA (Muvila)

NA. Rating: ★★★1/2

SHANDY GASELLA (Detik)

Negeri Van Oranje is one the worst movies I have seen this year. It was horrible, and painful to watch. Rating: NA

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★★

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

Nonton Negeri Van Oranje mungkin efeknya mirip dengan ngedengerin Abimana Aryasatya berdialog. Puts you right into sleep immediately. Dan sebenarnya apa sih yang mau diceritain di Negeri Van Oranje? Persahabatan? Asmara? Jalan-jalan? Nanggung semua. Gak kesampaian. And please don’t even get me started on those overused lens flares. Rating: ★★

ARUL FITTRON (Arul’s Movie Review)

Messy direction in every subplot makes Negeri Van Oranje sluggish, but it offers something warm and beautiful scenery. Rating: ★★★1/2

AWYA WAHARIKA (Awya Ngobrol)

NA. Rating: ★★1/2

CANDRA ADITYA (That Candra Aditya Kid)

Negeri Van Oranje yang berpotensi menjadi film persahabatan yang menarik akhirnya menjadi tourism video selama sejam setengah-an lebih dengan bintang-bintang muda berbakat. Eksposisi karakternya emang ada dan beruntunglah aktor-aktornya masih punya chemistry yang cukup bagus untuk ngebuat filmnya watchable, tapi soal kedalaman karakter? Lupain aja. Semua orang disini jauh lebih sibuk untuk ngedeketin si Lintang daripada digambarin apa sebenarnya yang mereka hadapi sehari-hari. Rating: ★1/2

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Benar memang, kalau Negeri Van Oranje tak pernah menyelam lebih dalam ke ranah-ranah konfliknya soal persahabatan, cinta, ataupun kedalaman lebih dari latar tiap karakternya. Tapi tetap ada beberapa dialog ala Titien yang terasa cukup menohok terutama buat pemirsa yang suka dengan romantisme simbol dan kata-kata, dan jelas, bahkan membuat kita jadi tergerak untuk melakukan traveling ke lokasi-lokasinya, kita tak juga bisa menampik keindahan yang ditampilkan dalam setiap aspeknya dengan charming factor sebesar itu. Catchy looks and strong ensemble charm, itu rasanya sudah cukup untuk membuat Negeri Van Oranje tampil se-ngejreng judulnya. Rating: ★★★

DJAY (So Called Reviewer)

Negeri Van Oranje tidaklah semenarik trailer-nya, dan memang tidak buruk. Namun, banyak catatan yang menjadi cela bagi film ini. Chemistry kelima aktor ini sudah tidak diragukan lagi, apalagi jika sudah in frame kelima-limanya. Namun, pada saat dialog one-on-one di situlah letak kekurangannya. Less emotional and sometimes confusing. Rating: ★★★

DWI RETNO WARDHANNY (Layar Tancep)

Chemistry yang diperlihatkan kelima pemainnya (Tatjana, Abimana Aryasatya, Chicco Jericko, Arifin Putra, dan Ge Pamungkas) begitu manis. Dialog pun mengalir sehingga Jelata akan merasa mendengar teman yang sedang berbincang alih-alih lima pemain film berakting di depan kamera. Semua karakter pun mendapat porsi masing-masing sehingga tidak ada yang terasa tempelan. Dan, rasanya dalam beberapa dua tahun ke depan, kita akan sering melihat Tatjana wara-wiri di layar lebar karena aktingnya yang begitu lepas sebagai Lintang dan mukanya yang enak dipandang serta tidak membosankan. Step aside, Chelsea Islan! Rating: ★★★

ELBERT REYNER (A Cinephile’s Diary)

Negeri Van Oranje is one of the most enjoyable Indonesian film I’ve seen this year. I really, really had a good time with the AAGABAN. Rating: ★★★★

ERLITA PUTRANTI (It Caught My Eyes)

So heteronormative it hurts, with shallow pentagonal love story and tiring pace. Even the actors and actress can’t save bad writing. Not to mention the disturbing music and ignorant handling of LGBT issue. Rating: ★★1/2

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

NA. Rating: ★★

KANIA KISMADI (Ngobrolin Film)

Sukaaa! Filmnya sangat menyenangkan untuk ditonton. Manis! Visualnya pun cantik. Rating: NA

ODAGOMA RHEINHARD (Layar Tancep)

Menonton Negeri Van Oranje terasa seperti mengunjungi negeri Belanda dengan segala keindahan dan rasanya. Nyaman dan mengundang senyum. Negeri Van Oranje punya keistimewaan pada warna-warna visualnya yang cantik, karakterisasinya yang kuat, dan persahabatan yang disampaikan dengan hangat. Keistimewaan yang cukup membuat Negeri Van Oranje menjadi perjalanan yang berkesan, walau dengan eksplorasi dan tutur yang kurang dalam. Rating: ★★★1/2

RANGGA ADITHIA (Raditherapy)

Negeri Van Oranje tak sekadar ajak nikmati pemandangan indah Eropa, tapi juga hadirkan kisah yang menarik tentang persahabatan dan cinta. Tatjana Saphira dan sabahat-sahabatnya telah berbagi cerita yang terasa begitu hangat sekaligus romantis. Negeri Van Oranje menyenangkan! Rating: ★★★

RASYID HARRY (Movfreak)

Sayang, naskahnya justru lebih tertarik menggiring penonton untuk menebak daripada mengeksplorasi proses persahabatan serta detail karakter. Akibatnya perjalanan yang ditempuh berujung hampa. Kehangatan persahabatan pun tak terasa. Saya bagai outsider yang hanya melihat rekaman karakternya jalan-jalan tanpa dipersilahkan masuk lebih jauh untuk mengenal. Rating: ★★★

REINO EZRA ANRETI (Ajirenji Mindstream Reviews)

NA. Rating: ★★1/2

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Seraya mengajak kita menikmati cantiknya panorama Eropa, Negeri Van Oranje turut memberi kita kisah persahabatan yang manis, lucu, dan hangat. Kekuatan utama Negeri Van Oranje jelas berada di lakon ensemble cast-nya. Chemistry lekat, membuat kita merasa dekat dengan mereka. Rating: ★★★1/2

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Negeri Van Oranje was a fun, sweet, yet warm friendship and romance experience. The biggest turn off from Negeri Van Oranje was its too many fake flares. Rating: ★★★3/4

 

Last Updated: 4 January 2016


3 Comments


  1.  
    ulik

    Ada kebimbangan saat ingin menonton,apa yang ditawarkan film ini selain mungkin petualang sebuah geng persahabatan kayak disinetron2 karen saya belum pernah baca novelnya. Tapi mengingat pemainya top semua kecuali tatjana sapirha (serius gue gak kenal) gue bela belain lah pulang kerja.. cuzz gue nnton baru adegan pembuka bleeek expektasi gue bener udah ribut aja nie geng… but itu ternyata akhir kisah,jarang2 nemu kisah sudah flashback flasback lagi . Mulai ngisahin pertemuan mereka yang cukup kocak diteruskan dengan kebersamaan mereka keakrapan mereka semua. Agak aneh ngelihat mereka kuliah di beda kota tapi bisa kumpul terus.. heheh .. gue gak tau terutorial negara belanda gimana.. lanjut ke kisah berikutnya dengan mengenalkan satu persatu karrkter oleh si lintang .. gue suka gaya bertutur ini cerita kita bisa di ajak masuk kedalam setiap karakter terutama saat pengenalan para karakter . Saat scene banjar gue terbawa suasana ngomel dalem hati , apa nie orang megang2 enak aja!!!!, pas scene wicak gue kebawa tenang dengan sikap wicak yang bijaksan pendiam, ya allah nie orang bijak banget ya…. pas scene daus saya terbawa cengar cengir sendiri. Pas scene gue bertanya kok geri special banget kayaknya. Ternyata disitu saatnya nyeritaan lintangnya sendiri .. terus masuk scene geri yg walaupun agak berpikir haaahhh.. tapi buat gue simpati… pokoknya gak ngebosenin ini film endingnya cukup bagus yang biasa ngebuat penonton bertanya2siappa ya yg nikah sama lintang apakah geri tobat… well penutup akhir tahun yang manis .




  2.  

    Saya cuma penasaran, ‘AAGABAN’ itu apa sih artinya? Sayangnya entah sutradara atau penulis (pasti penulis skrip lah ya) nggak menjelaskan… tapi sejauh ini lumayan sependapat lah sama reviewer di atas





Leave a Reply to ulik Cancel reply


(required)