Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Pantja-Sila: Cita-cita & Realita (2016)

 

 
Overview
 

Genre: ,
 
Release Date:
 


0
Posted August 19, 2016 by

 
Full Article
 
 

PantjaSilaCitaCitaDanRealita-Poster

Critics Review: NA (0 review)
Film Bloggers Review: ★★★1/4 (4 reviews)

SYNOPSIS

Siapakah anak bangsa yang tak kenal Soekarno, Sukarno, atau Bung Karno?

Soekano yang mana yang dikenal oleh generasi awal Republik Indonesia? Soekarno sang proklamator yang kemudian menjabat sebagai Pemimpin Besar Revolusi sekaligus presiden seumur hidup?

Soekarno yang mana yang dikenal oleh generasi Orde Baru? Bung Karno yang mana yang dikenal oleh generasi pasca Reformasi?

Soekarno atau Bung Karno yang adalah ayah dari mantan Presiden Megawati Soekarnoputri? Bung Karno yang ditampilkan dalam film layar lebar beberapa tahun belakangan ini?

Film dokumenter berjudul “Pantja-Sila: Cita-cita & Realita” adalah gagasan aktor senior nasional Tio Pakusadewo yang didukung oleh produser senior Tino Saroengallo. Bersama-sama mereka bertanggung-jawab sebagai sutradara.

Apakah film ini adalah film biopik tentang riwayat hidup Soekarno atau Bung Karno seperti film “Ketika Bung Di Ende” (Viva Westi, 2013) atau “Soekarno: Indonesia Merdeka” (Hanung Bramantyo, 2013)?

Bukan!

Melalui film ini Tio Pakusadewo ‘membunyikan’ kembali Pidato Soekarno dalam Sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPU-PKI) pada tanggal 1 Juni 1945. Pidato yang kemudian dicatat oleh sejarah sebagai pidato kelahiran Pancasila dan tanggal 1 Juni kemudian secara resmi dinobatkan oleh pemerintah sebagai Hari Lahir Pancasila.

Melalui film ini, anak bangsa yang hidup dalam abad ke-21 bisa mendengar kata per kata isi pidato yang dibacakan oleh Soekarno (tanpa membaca teks) di depan Sidang BPU-PK pada tanggal 1 Juni 1945. Dibacakan spontan dari untaian kata yang sudah terbentuk belasan tahun di dalam benaknya itu.

Anak bangsa bisa mendengarkan cita-cita besar dasar didirikannya Indonesia merdeka meskipun sampai sekarang belum dicapai oleh masa pemerintahan manapun dalam 70 tahun perjalanan Republik Indonesia merdeka. Dengan menonton film ini anak bangsa yang justru tumbuh di era pasca-reformasi bisa melihat kenyataan pahit dari perjalanan 70 tahun Negara Indonesia merdeka yang justru masih jauh hasilnya dari yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa.

Melalui film ini diharapkan generasi muda untuk mengenal cikal bakal dari “Pantja-Sila” yang dalam perjalanan sejarah mengalami beberapa kali perubahan susunan isi, menyesuaikan diri sebagai Dasar Negara sesuai dengan perkembangan jaman.

Meskipun ada perubahan besar selama masa pemerintahan Jokowi saat ini namun masa pemerintahannya belumlah lama sehingga perubahannya belum bisa dianggap signifikan ketimbang yang sudah terjadi selama masa pemerintahan sebelumnya.

Inilah alasan utama dari pembuatan film “Pantja-Sila: Cita-cita & Realita”. Peran utama dalam film ini adalah “Isi Pidato Ir. Soekarno” itu sendiri.

“Cita-cita” dalam judul mencerminkan berbagai hal yang dijabarkan oleh Soekarno dalam pidatonya. “Realita” mencerminkan berbagai realita pahit hidup berkebangsaan yang tidak sama dengan apa yang dicita-citakan pada saat Indonesia merdeka namun tetap menjadi tujuan Dasar Negara Pancasila itu sendiri.

Selain itu, film juga akan menampilkan foto-foto tokoh sejarah yang disebut oleh Soekarno saat berpidato. Foto tokoh-tokoh masa lampau. Dengan penampilan ini diharapkan wajah-wajah itu tidak hanya disegarkan dalam ingatan generasi tua yang menonton film ini, tetapi juga menjadi dikenal oleh penonton muda.

Mengingat bahwa tidak ada rekaman dari pidato tersebut, semoga film ini bisa mengisi kekosongan keping sejarah berdirinya bangsa Indonesia.

General Information

Director: Tino Saroengallo, Tyo Pakusadewo
Scriptwriter: Tino Saroengallo, Tyo Pakusadewo
Cast: Tyo Pakusadewo
Running Time: 80 minutes
Release Date: 17 August 2016

Full Cast and Crew

Not available.

 

BLOGGERS REVIEW

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Reconstructing one of the most important part of our nation’s history, Pantja-Sila: Cita-cita & Realita is a single act-tour de force that deserved wider audience. Sebagai monolog, Pantja-Sila: Cita-cita & Realita punya resiko. Tapi akting Tyo Pakusadewo dan skrip pidatonya memang kuat dan informatif. Juga punya akurasi dalam artikulasinya. Rating: ★★★1/2

DJAY (So-Called Reviewer)

Pantja-Sila: Cita-cita & Realita ini film monolog yha. Jadi jangan ekspektasi film-film perjuangan. Yang gue suka dari Pantja-Sila: Cita-cita & Realita adalah bagaimana Tyo Pakusadewo mampu membawakan Soekarno menjadi lebih powerful. Gimana ribetnya “memerdekakan Indonesia” dimulai dari dasar negara, inilah inti dari Pantja-Sila: Cita-cita & Realita. Rating: ★★★

ODAGOMA RHEINHARD (Layar Tancep)

Menonton Pantja-Sila: Cita-cita & Realita rasanya seperti hadir dalam sidang BPUPKI. Mendengarkan pidato Bung Karno yang berapi dan berisi. Kharisma Tyo Pakusadewo dalam melakonkan monolog dan cara Tino Saroengallo menuturkannya membuat pidato yang padat menjadi menyenangkan untuk disimak. Tambahan ilustrasi dan petunjuk yang gamblang pada beberapa footage yang disisipkan mungkin akan mempersempit ruang tafsir penonton. Di luar itu, Pantja-Sila: Cita-cita & Realita adalah karya terbaik Tino Saroengallo yang pernah saya rasakan. Tontonan tepat untuk menghayati RI71. Rating: ★★★1/2

REINO EZRA ANRETI (Ajirenji Mindstream Reviews)

NA. Rating: ★★★

 

Last Updated: 19 August 2016


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)