Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Pizza Man (2015)

 

 
Overview
 

Genre: ,
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted June 10, 2015 by

 
Full Article
 
 

PizzaMan-Poster

Critics Review: ★★3/4 (4 reviews)
Film Bloggers Review: ★3/4 (5 reviews)

SYNOPSIS

Olivia sedang mengalami hari terburuk. Bosnya menggodanya tapi dia menolak, jadi dia dipecat. Dia pulang, membawa minuman beralkohol & memutar lagu sekeras mungkin di speaker untuk membuat rasa sakitnya pergi. Kemudian teman sekamarnya, Merry juga dalam suasana hati yang buruk karena ibunya mencoba untuk menjodohkannya dengan anak orang kaya yang ngondek sementara Nina pulang menangis; pacarnya telah kembali ke istrinya sehingga Nina beralih ke makanan untuk melupakan.

Olivia menyarankan cara lain untuk melampiaskan rasa frustrasi: mereka harus memilih seorang pria, secara random… dan dia harus di perkosa! Pria telah melakukan kejahatan itu selama bertahun-tahun; mengapa tidak bisa seorang wanita mencobanya? Untuk membalas dendam terhadap kaum-kaum pria yang telah menyakiti banyak wanita lainnya. Masuklah manager restoran pizza yang sedang mengantar pizza pesanan ketiga cewek itu, Adam yang ditarik secara paksa untuk ikut gabung dengan pesta mereka. Malam itu, kejadian tak terduga terjadi. Mereka tidak sengaja membunuh Adam.

Apa yang akan mereka lakukan terhadap Adam? Apakah Adam akan selamat atau Olivia, Merry dan Nina akan masuk penjara? Ikuti petualangan ketiga gadis-gadis liar ini dalam menyelamatan Pizza Man.

General Information

Director: Ceppy Gober
Scriptwriter: Gandhi Fernando, R Danny Jaka Sembada
Cast: Joanna Alexandra, Yuki Kato, Karina Nadila, Gandhi Fernando
Running Time: 83 minutes
Release Date: 11 June 2015

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

ABBAS ADITYA (KapanLagi)

Surprise! Sangat menikmati Pizza Man. Perpaduan antara 30 Hari Mencari Cinta, Warkop DKI, dan The Hangover. A comedy of errors yang menghibur. Rating: ★★★

AMIR SYARIF SIREGAR (Flick Magazine)

Jika ingin melupakan kesalahan fatal tentang guyonan tidak berkelas yang tersaji dalam beberapa bagian film ini, Pizza Man sebenarnya merupakan sebuah film yang tergarap dengan cukup baik. Naskah cerita film ini memang masih memiliki kelemahan di beberapa eksekusi plot penceritaannya namun sutradara Ceppy Gober mampu mengarahkan cerita filmnya dengan ritme yang berjalan cepat – cukup sesuai dengan nada penceritaan yang dibutuhkan oleh film-film komedi sejenis. Ceppy Gober juga berhasil mengarahkan ketiga pemeran utama filmnya untuk menghasilkan chemistry yang cukup erat dan meyakinkan antara ketiga karakter yang mereka perankan. Rating: ★★1/2

BOBBY BATARA (All Film Magazine)

NA. Rating: ★★★

SHANDY GASELLA (Detik)

Sebagai film komedi, terlepas dari beberapa leluconnya yang meleset, masih ada saat-saat yang bisa membuat penonton tertawa terbahak-bahak. Dan kelucuan yang dihadirkan film ini lumayan konsisten sepanjang durasi film. Kekuatan ‘Pizza Man’ terletak di comedic timing yang umumnya pas. Rating: ★★★

 

BLOGGERS REVIEW

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Mungkin masih ada sedikit dramatic turnover yang terlepas agak berlebih hingga menurunkan pace komedinya, namun tetap punya arah untuk penjelasan karakter dalam konklusinya, begitu juga joke-joke lain yang masih bertabur hit and miss di sejumlah comedic scenes-nya. Tetap, paling tidak, Ceppy Gober sebagai sutradara yang sebelumnya menyutradarai ‘Modal Dengkul’, terlihat cukup paham untuk tak menitikberatkan bangunan chaos comedy-nya pada interaksi karakter dan comedic setup-nya, bukan semata-mata pada slapstick plays atau elemen-elemen malas lain seperti cartoonish sound effects. This is a fresh idea in Indonesian rare chaos comedy. Tak sempurna, namun masih punya sisi hiburan yang terjaga. Rating: ★★1/2

DIAKSA ADHISTRA (Mokino)

“PIZZA MAN” speechless…. Rating: ★★

DJAY (So-Called Reviewer)

Sebut saja ini adalah film komedi suka-suka, suka-suka penulis skripnya dan suka-suka eksekusinya. Jadilah film ini adalah film komedi yang liar dan nakal. Tapi kemudian, tema sensitif yang dibawakan menjadi boomerang tersendiri bagi film berdurasi 86 menit ini. Alih-alih ingin menunjukkan “Women Empowered” malah menunjukkan betapa kurang jelinya pemikiran dari penulis skrip untuk mengangkatnya sebagai tema film. Rating: ★

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

NA. Rating: ★1/2

REINO EZRA ANRETI (Ajirenji Mindstream Reviews)

Gw masih menghargai usaha film ini untuk membuat penyegaran di genre komedi Indonesia saat ini. Paling enggak, penggarapannya nggak ngasal, dan ketiga pemain utamanya bermain oke, menampilkan apa yang dituntut dari karakter masing-masing tanpa terlihat palsu. Dan, menurut gw, Yuki Kato musti main film lebih banyak lagi, karena di film ini performanya menunjukkan ia punya potensi, selain bisa tetap lovable as always =). Secara keseluruhan filmnya mungkin tidak sesegar materi promosinya, tapi most of the time film ini masih cukup enak diikuti dan masih bisa menghibur di sana-sini. Rating: ★★1/2

 

Last Updated: 2 July 2015


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)