Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Promise (2017)

 

 
Overview
 

Genre: ,
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted December 2, 2016 by

 
Full Article
 
 

promise-poster

Critics Review: ★★1/2 (1 review)
Film Bloggers Review: ★3/4 (10 reviews)

SYNOPSIS

Sebuah film drama romantis Indonesia yang bercerita tentang Rahman (Dimas Anggara), seorang pria asal Jogjakarta berparas tampan namun lugu dan sederhana, sangat berbeda dengan sahabatnya sejak kecil yaitu Aji (Boy William). Aji seorang playboy yang senang berganti-ganti pasangan. Suatu kejadian membuat Rahman tidak pernah bertemu lagi dengan Aji.

18 bulan kemudian, Rahman melanjutkan pendidikan di Milan. Di kampusnya, Rahman berteman baik dengan Moza (Mikha Tambayong), yang diam-diam menyukainya. Moza juga melihat ada sebuah teka-teki di hidup Rahman yang ia tidak tahu jawabannya. Kanya (Amanda Rawles) adalah gadis jawa blasteran yang sejak usia 10 tahun tinggal di Eropa dan harus pulang ke Jogjakarta untuk mendengarkan sebuah wasiat dari ibunya, dan ibunya berharap Kanya tidak kembali lagi ke Eropa untuk menjalankan wasiat tersebut.

Suatu hari Rahman menerima telepon dari orang yang tidak disangka-sangka, Aji. Ia merasakan perubahan dari sahabatnya itu. Pertemuan Rahman dan Aji tidak seperti dulu lagi, dan Moza baru tahu siapa Rahman sebenarnya dan siapa perempuan yang dicintainya.

General Information

Director: Asep Kusdinar
Scriptwriter: Sukhdev Singh, Tisa Ts
Cast: Mikha Tambayong, Dimas Anggara, Boy William, Amanda Rawles
Running Time: NA
Release Date: 5 January 2016

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

BOBBY BATARA (All Film Magazine)

NA. Rating: ★★1/2

 

BLOGGERS REVIEW

ARUL FITTRON (Arul’s Movie Review)

Promise menawarkan usaha untuk berubah di deretan film-film dari Screenplay Productions, yang berkaitan dengan teknis dan nilai produksi. Ada kesan elegan dan tata musik yang berusaha bermain maksimal. Tetapi, Promise tetap tak mencoba berubah dalam menuturkan cerita. Meski pola Asep Kusdinar di dalam Promise ini berusaha berbeda, hanya saja banyak sekali lubang cerita dan subplot yang dipaksa ada. Pada akhirnya, Promise terasa kebingungan untuk mengakhiri–bahkan melupakan–konflik-konflik yang sudah mereka buat sendiri di awal. Tentu, skrip di dalam Promise punya banyak sekali kata-kata romantis ajaib, yang bahkan terasa terlalu dibuat-buat. Oh, dan jangan lupakan penampilan Ricky Cuaca yang minus akan relevansi di dalam film ini. Rating: ★★

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Yah. Paling nggak sekarang saya sudah tau jawabannya, “Kucing kalo turun dari pohon, apanya duluan?” Rating: ★★1/2

DJAY (So-Called Reviewer)

Tampilan Promise memang megah, amat megah dari Yogyakata yang asri kemudian pindah ke Milan yang stylish. But it’s like you’re going to SOHO but when you enter the store you ended up in Ramayana. Surrounded by old collection that bored you. Rating: ★

DWI RETNO WARDHANNY (Layar Tancep)

Dalam Promise, Screenplay Productions rupanya juga mencoba pendekatan baru dengan menghadirkan kisah cinta yang lebih dewasa dan kelam. Selain itu, alur yang mereka gunakan pun maju-mundur sehingga penonton harus fokus agar tahu apa yang terjadi sebenarnya. Secara keseluruhan, Promise akan kembali masuk ke dalam jajaran film sukses Screenplay Productions setelah tiga produksi mereka berhasil menarik perhatian remaja di seluruh Indonesia. Namun, dari segi naskah, semoga di film selanjutnya, Screenplay dapat lebih mempertimbangkan logika. Rating: ★★

ERLITA PUTRANTI (It Caught My Eyes)

Promise could’ve been a nice guilty pleasure … if not for the fragmented timeline. Had it settled on being above average instead of pushing to be edgy, it would’ve been a far better movie. Rating: ★★3/4

ODAGOMA RHEINHARD (Layar Tancep)

Promise sebenarnya punya potensi menarik dari idenya. Dan dialog, formula, pengarahan, dan pemeranan mengacaukannya. Beruntung, Promise masih punya beberapa momen yang menyenangkan dan lagu tema yang asik didengarkan. Dua hal itu menyelamatkannya. Rating: ★★

RASYID HARRY (Movfreak)

Promise justru tersesat di kerumitan kisah yang dibangun. Alurnya asal melompat, begitu berantakan tanpa disertai alasan jelas mengapa dari titik A ceritanya perlu melompat ke titik D, kemudian kembali ke B, dan seterusnya. Film ini tidak memerlukan kejutan, cukup nuansa romantis. Masalahnya, lompatan alur memaksa paparan hubungan Rahman dan cinta sejatinya ditempatkan di tengah menjelang akhir. Penonton dipaksa tersentuh oleh percintaan yang belum sempat disaksikan. Andai usaha memunculkan kejutan yang tidak perlu ini ditiadakan, bukan mustahil filmnya mampu sedikit mempermainkan emosi. Rating: ★1/2

REINO EZRA ANRETI (Ajirenji Mindstream Reviews)

Salut sama yang tahan dengan logika yang dipakai film-film macam Promise ini. Gw sih nggak. Untung production value-nya bener. Mungkin maksudnya mau agak-agak Great Expectations, tapi motivasi karakter-karakternya gw nggak paham euy. Rating: ★1/2

TEGUH RASPATI (UlasanPilem)

Saya bukannya anti dengan FTV bioskop. Saya lumayan menikmati ILY from 38000 ft, karena terlepas dari karakterisasi dan plot yang terlalu ideal, setidaknya ia lebih fokus. Cerita Promise berserakan kemana-mana dengan subplot yang bisa dibuatkan menjadi film tersendiri. Alurnya yang meloncat dan bolak balik ditujukan untuk menguatkan motif karakter, tapi juga mencederai koherensi. Jika narasinya lebih linear, saya rasa Promise akan jadi film remaja yang masih layak konsumsi. Rating: ★

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Promise has made me leaving with a big smile and happy feeling Yes, Promise had structural problem, but it’s such a big improvement for Screenplay Films. Much more cinematic and mature. What an eye-candy! Rating: ★★★1/2

 

Last Updated: 10 January 2017


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)