Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Raksasa dari Jogja (2016)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted April 1, 2016 by

 
Full Article
 
 

RaksasaDariJogja-Poster

Critics Review: ★★★ (4 reviews)
Film Bloggers Review: ★★★ (9 reviews)

SYNOPSIS

Bian (Karina Salim), seperti punya segalanya. Wajah cantik, rumah elit di Jakarta, dan pacar yang tampan. Realitanya, sungguh berbeda. Sejak kecil, Bian selalu hidup dalam ketakutan. Sang Papa (Ray Sahetapy) yang dikenal orang sebagai seorang politikus terhormat, sering melakukan KDRT terhadap Mama (Unique Priscilla).

Bian memergoki pacarnya, Pras (Kiki Farel), berselingkuh dengan Letisha (Adinda Thomas), sahabat Bian sejak kecil. Bian memutuskan pergi meninggalkan rumah dan berkuliah di Jogja.

Bian yang tinggal di rumah Bude (Dewi Irawan) bersama Kevin (Ridwan Ghany) sepupunya, berubah jadi gadis pendiam dan selalu menutup diri. Dia selalu menolak ketika Rinta (Sahila Hisyam) pacar Kevin bermaksud untuk mengenalkan Bian dengan teman-teman cowoknya.

Hingga Bian bertemu dengan seorang pemuda bertubuh raksasa bernama Gabriel (Abrar Adrian) di sudut sepi kampusnya. Bian mengenali Gabriel yang pernah menolongnya di Trans Jakarta. Pertemuan berkesan ini membuat Bian minta informasi dari teman kuliahnya, Vanessa (Stella Cornelia).

Pertolongan Vanessa membuat Bian tahu kalau Gabriel juga bekerja sebagai jurnalis surat kabar. Setelah selesai membaca artikel demi artikel yang ditulis Gabriel, Bian jadi semakin kagum dan jatuh hati.

Sementara Gabriel sebenarnya sedang berusaha mengejar mimpinya melanjutkan kuliah S2 di Eropa. Dengan bantuan Mas Angkola (Dwi Sasono), jenius eksentrik yang juga pemilik surat kabar tempatnya bekerja, akhirnya Gabriel mendapatkan beasiswa. Jatuh cinta adalah hal terakhir dalam pikirannya, tapi takdir berkata lain. Ketulusan dan kelembutan hati Bian, membuat Gabriel yang sering dipanggil monster dari Jogja membuka hatinya.

Tapi trauma masa lalu Bian membuatnya sering salah paham dengan tindakan-tindakan Gabriel. Apakah Bian akan memperjuangkan cinta mereka, atau membiarkannya sirna dan hilang begitu saja?

General Information

Director: Monty Tiwa
Scriptwriter: Ben Sihombing, Monty Tiwa, Dwitasari
Cast: Karina Salim, Abrar Adrian, Elkie Kwee
Running Time: 99 minutes
Release Date: 31 March 2016

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

ABBAS ADITYA (KapanLagi)

NA. Rating: ★★1/2

BOBBY BATARA (All Film Magazine)

NA. Rating: ★★★1/2

REINO EZRA ANRETI (Muvila)

NA. Rating: ★★1/2

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★★1/2

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

Despite of its flaws here and there, Raksasa dari Jogja is a charming romance powered by the super-warm chemistry of its wonderful cast. Rating: ★★★1/2

ARUL FITTRON (Arul’s Movie Review)

Raksasa dari Jogja terasa terbatas dalam bercerita tentang motivasi setiap karakter yang mempunyai masalahnya masing-masing. Hanya saja, Raksasa dari Jogja punya kisah romansa unik dan manis yang sangat menyenangkan untuk diikuti. Rating: ★★★1/2

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

With exciting characters over plots; from Karina Salim to Dwi Sasono even small roles, Raksasa dari Jogja pulls more insights than just romance. Rating: ★★★

DJAY (So-Called Reviewer)

Monty Tiwa selalu punya cara bikin film yang awalnya kesannya bakal boring jadi sesuatu yang menarik. Perlu diakui plotnya emang banyak yang berantakan, tapi kehangatan yang dikasih sama semua cast di film ini bikin Raksasa dari Jogja jadi layak. Dwi Sasono seperti biasa, bagus banget aktingnya. Karina Salim luar biasa aktingnya. Rating: ★★★

ERLITA PUTRANTI (It Caught My Eyes)

I’m not saying Raksasa dari Jogja is bad, but it is a mediocre movie better suited as FTV rather than the silver screen. There were some aesthetic shots with impressive framing, and scenes that could have been emotional if you’re invested on the characters. They also had the courtesy of giving everyone a proper, though rushed, closure. And attempting a fourth-wall-break twist which didn’t quite work, but still worth an appreciation. If cheese is your kind of platter, you might actually enjoy this movie and it’s cutesy love story. Although I personally am more interested in Angkola’s story instead of Bian and Gabriel. Hey, at least it reminds you to not judge someone without getting to know them first. Rating: ★★1/2

ODAGOMA RHEINHARD (Layar Tancep)

Raksasa dari Jogja bukanlah karya terbaik dari Monty Tiwa, tapi romantisme itu jelas masih terasa. Sepanjang tuturnya, ada rasa canggung yang terkadang tak mengenakkan, tapi seringkali jadi pemanis yang rupawan. Seperti cinta. Dan Karina Salim melengkapi Raksasa dari Jogja menjadi cerita cinta yang cukup berbeda. Rating: ★★★

RANGGA ADITHIA (Raditherapy)

Kekuatan Raksasa dari Jogja ada para karakter-karakternya, terutama penokohan Bian yang dimainkan gemilang oleh Karina Salim. Monty Tiwa tak hanya mampu memaksimalkan akting para pemainnya, tapi juga bisa bikin penonton peduli dengan karakter-karakter yang mereka mainkan. Canggungnya hubungan Bian dan si “monster” tak sekedar lucu dan terlihat menggelitik, tapi juga hadirkan chemistry yang manis. Penuturan kisahnya mengalir dengan asyik, tanpa memaksa untuk jadi film romansa yang kelewat manis atau terlalu romantis. Sudut-sudut kota Jogja tidak disia-siakan, dimanfaatkan dengan baik, mempercantik sekaligus menambah rasa romantis yang apa adanya. Nonton Raksasa dari Jogja jadi bikin kangen sama Jogja. Rating: ★★★

RASYID HARRY (Movfreak)

Kesan FTV sesungguhnya sempat terasa tidak hanya pada masalah logat, tapi juga klisenya perjalanan alur. Bahkan pemakaian kota Jogja sebagai setting tanpa alasan jelas pun begitu. Untungnya Monty Tiwa bukan sutradara kelas FTV. Kali ini ia juga tengah berada dalam performa terbaik, sehingga tatkala naskahnya lemah, Raksasa dari Jogja masih cukup nyaman dinikmati. Walau akhirnya banyak unsur penceritaan runtuh akibat minim eksplorasi, romantikanya cukup manis, paling tidak bagi anda yang mampu mentolerir paparan percintaan teenlit. Sangat mudah dilupakan, tapi tidak akan memberi siksaan bagi penonton, terlebih saat kita dibuat tertawa tiap kali Dwi Sasono muncul. Rating: ★★★

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Seringkali manis dan terkadang emosional, Raksasa dari Jogja terasa kian mencengkram berkat akting gemilang dari Karina Salim. Bagus! Rating: ★★★1/2

 

Last Updated: 6 April 2016


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)