Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Rudy Habibie (2016)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


1
Posted June 28, 2016 by

 
Full Article
 
 

RudyHabibie-Poster

Critics Review: ★★★1/2 (1 review)
Film Bloggers Review: ★★★ (14 reviews)

SYNOPSIS

Kisah masa muda Rudy Habibie sebelum dikenal sebagai teknokrat dan presiden Republik Indonesia Ke-3: BJ Habibie.

Rudy sangat ingin membuat pesawat untuk memenuhi pesan almarhum ayahnya: “menjadi mata air”, menjadi berguna untuk orang banyak. Hal itu harus membuat keluarganya berkorban karena dia harus kuliah di RWTH Aachen, Jerman Barat. Di sana Rudy hidup dalam kondisi terbatas, rasa rindu rumah, dan belajar soal arti persahabatan, cinta, juga pengkhianatan bersama para mahasiswa Indonesia yang baru dikenalnya di sana.

General Information

Director: Hanung Bramantyo
Scriptwriter: Gina S Noer, Hanung Bramantyo, BJ Habibie
Cast: Reza Rahadian, Chelsea Islan, Ernest Prakasa, Indah Permatasari, Pandji Pragiwaksono, Boris Bokir
Running Time: 142 minutes
Release Date: 30 June 2016

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★★1/2

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

Rudy Habibie tried so damn hard to be everything but failed miserably due to lack of focus on its screenplay and Hanung Bramantyo’s tone-deaf direction. Has its moments and Reza Rahadian still appears as playful as ever but still not enough to save this messy movie. And please…. Sudahlah dengan karakter beraksen Batak yang tidak berkontribusi apapun selain untuk lucu-lucuan doang di film Indonesia. Like enough already. Rating: ★★1/2

ARUL FITTRON (Arul’s Movie Review)

Rudy Habibie menawarkan sebuah fakta dan masalah lewat berbagai jalinan subplot cerita. Sayangnya, lupa memberikan solusi sehingga presentasi film terlalu tenang dan terasa panjang. Beruntungnya, Rudy Habibie punya aktor dan aktris yang gemilang. Rating: ★★1/2

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Rudy Habibie masih tak bisa menghindar dari kenakalan-kenakalan lintas waktu dan penggampangan lain demi dramatisasi Bollywood ala MD. Though however, Reza Rahadian dan ensemble acts dalam Rudy Habibie tampil sangat baik bersama penggarapan teknisnya. Rating: ★★★

DJAY (So-Called Review)

So guys, for a start Rudy Habibie is a good movie. Semoga film Lebaran lainnya semenyenangkan ini. Dear yang benci/bosen/muak ama Reza Rahadian. He did great in Rudy Habibie. Again. Rating: ★★★1/2

DRAGONO HALIM (Be Noted)

Kualitas penampilan yang konsisten, atau pengulangan yang membosankan. Di antara dua hal tersebut, Reza Rahadian boleh dibilang makin meng-Habibie dalam Rudy Habibie. Rating: ★★★1/2

DWI RETNO WARDHANNY (Layar Tancep)

Rudy Habibie berhasil melampaui film pertamanya dan kekhawatiran bahwa film ini akan bertele-tele pun lenyap. Indonesia pantas berbangga memiliki tokoh seperti Habibie dengan biopik yang berhasil terekam dengan baik di layar lebar. Rating: ★★★★

HARIS FADLI PASARIBU (Tales from Motion Sickness)

With juvenile directing and clumsy plot, Rudy Habibie was more like a scattered piece of vignettes that conjured boredom instead of exhilaration. The film seriously suffers from identity crisis. The POV wasn’t clear, whether want to going full soap ahead or insightful biopic. Rahadian was the beacon, but getting tired through the end. The poor Islan’s criminally underused. Rating: ★★

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Untuk kesekian kalinya performa kuat Reza mampu membuat film yang sebenarnya lemah bisa jadi lebih menarik. Rating: ★★★

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

Walaupun air mata tidak sebanyak seri sebelumnya, Rudy Habibie (Habibie & Ainun 2) masih mempunyai daya tarik dari akting para pemainnya. Tangisan di Habibie & Ainun ternyata magnet dari film tersebut. Ketika nonton Rudy Habibie berasa kehilangan magnet itu. Kangen sosok BCL. Rating: NA

ODAGOMA RHEINHARD (Layar Tancep)

Mengikuti perjalanannya akan menumbuhkan cinta yang dalam untuk Indonesia, keinginan menjadi idealis seperti seorang Rudy. Pada akhirnya, walau paruh keduanya akan terasa sedikit melelahkan, tapi Rudy Habibie tetaplah sebuah film yang penting untuk Indonesia. Rating: ★★★1/2

RANGGA ADITHIA (Raditherapy)

Menyukai bagaimana Rudy Habibie yang digambarkan sebagai sosok yang jenius tapi tetap manusia yang bisa melakukan kesalahan, tak sempurna. Terhibur, sesekali tertawa, tapi agak sulit untuk menyukai Rudy Habibie seutuhnya. Dramatisasi dimana-mana. Kurangi (mungkin) lebih asyik. Nikmati suguhan sinematografi cantik kaya warna, tapi dibuat tak peduli dengan hubungan asmara yang terasa miskin chemistry. Bagian terbaik Rudy Habibie ada di kualitas akting memukau pemainnya, terutama Reza Rahadian yang berhasil beri nyawa pada keseluruhan film. Bagian terburuknya, Rudy Habibie dibangun dengan cara yang berlebihan, dari ratusan adegan tangis hingga scoring yang melelahkan telinga.  Rating: ★★1/2

RASYID HARRY (Movfreak)

Mungkin tak sampai mengaduk-aduk emosi penonton layaknya film pertama, namun di saat durasi sekitar 142 menit terasa berlalu sejenak saja, itulah tanda keberhasilan suatu hiburan, blockbuster sejati menghanyutkan penontonnya.  Rating: ★★★1/2

REINO EZRA ANRETI (Ajirenji Mindstream Reviews)

2,5 hours of expensive production yet I’m unable to grab what Rudy Habibie exactly wanted to tell. Rating: ★★1/2

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Rudy Habibie menginspirasi sekaligus menghujam emosi. Kamu akan dibuat tertawa, gemas, tegang, sampai menangis. Pemain ansambelnya menjadi salah satu kunci kekuatan Rudy Habibie. Selain Reza, angkat topi juga buat Chelsea, Indah, Ernest, dan Boris. Masih ada problematika asmara di Rudy Habibie tapi tak dominan. Sorotan lebih ke perjuangan Pak Habibie di masa muda dalam menggapai mimpi. Rating: ★★★★

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Rudy Habibie was another nationalism delusional soap, saved only by the casts’ performances. Rating: ★★★

 

Last Updated: 1 July 2016


One Comment



Leave a Response


(required)