Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Sabrina (2018)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted July 7, 2018 by

 
Full Article
 
 

Critics Review: ★★3/4 (2 reviews)
Film Bloggers Review: ★★1/4 (3 reviews)
Audience Review: ★★1/2 (9 reviews)

SYNOPSIS

MAIRA hidup bahagia di pernikahan barunya bersama AIDEN, pembuat boneka Sabrina sekaligus pemilik sebuah perusahaan mainan. Tapi kebahagiaan mereka belum sempurna karena VANYA, anak angkat sekaligus keponakan Aiden yang yang piatu belum bisa menerima kehadiran Maira sebagai ibunya karena Vanya masih belum bisa merelakan kepergian ANDINI, bundanya yang sudah meninggal.

Suatu hari, Vanya melakukan permainan ‘Pensil Charlie’ untuk memanggil bundanya dan kejanggalan-kejanggalan pun mulai terjadi. Boneka Sabrina berpindah tempat sendiri, kotak musik Aba-Aba berbunyi, dan Vanya suka mengobrol sendirian bahkan sering kali bilang bahwa bundanya telah datang. Maira dan Aiden Adak percaya, hingga akhirnya Maira mengalami serentetan kejadian menakutkan dan mereka melihat sendiri sosok Andini. Maira pun memanggil BU LARAS, seorang paranormal yang dulu pernah membantunya. Tapi Andini ternyata bukanlah Andini, melainkan iblis keji bernama BAGHIAH yang menetap di boneka Sabrina dan menginginkan tubuh manusia.

General Information

Director: Rocky Soraya
Scriptwriter: Riheam Junianti, Fajar Umbara
Cast: Luna Maya, Christian Sugiono, Sara Wijayanto, Jeremy Thomas, Rizky Hanggono, Richelle Georgette Skornicki
Running Time: NA
Release Date: 12 July 2018

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

TAUFIQUR RIZAL (Flick Magazine)

Trio Christian Sugiono, Richelle Georgette Skornicki, dan Jeremy Thomas bermain baik, tapi Sabrina lebih berhutang nyawa kepada duo Luna Maya dan Sara Wijayanto yang membantu menghadirkan efek dramatis pada film. Luna Maya lagi-lagi tak mengecewakan kala dipercaya menghidupkan karakter Maira yang sekali ini bebannya condong pada ketahanan fisik, bukan lagi gundah gulana. Rating: ★★1/2

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★★

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

NA. Rating: ★1/2

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

Terlepas dari musik yang sangatlah berisik dan lambatnya konflik selama 30 menit di awal, akan tetapi klimaks akting Luna Maya di film ini patut diperhitungkan sebagai aktris di perfilman Indonesia. Aktingnya total. Untuk Luna Maya saya rela kasih 4 bintang, tapi untuk filmnya dua bintang aja. Rating: ★★

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Gila! Ini CGI terkeren yang pernah gw liat di horor Indonesia! Juara! Luna Maya makin menggila! Rating: ★★★1/2

 

AUDIENCE REVIEW

DANASTRI RIZQI NABILAH

Terrible acting skills, only Luna Maya’s performance makes this film worth to catch. Karena ini adalah satu film dalam sebuah “universe” The Doll, kalo cuma nonton Sabrina akan banyak bingung dengan karakter-karakter yang ada. Plot hole signifikan ada di dimensi ruang dalam film ini, para karakter begitu mudah berpindah tempat tanpa ada logika ruang. secara visual (di luar CGI), film ini bisa diadu di papan atas sinematografi tanah air. Rating: ★★1/2

FIKRI ARIYANTO

Premis yang digunakan masih sama dengan dua film sebelumnya. Ceritanya seperti film-film Hitmaker yang lain, agak ridiculous. Musiknya berisiiiiik banget. Pengambilan gambarnya juga beberapa ada yang bikin pusing. Tapi seperti biasa efeknya bagus. Kelihatan mahal. Adegan gore-nya juga lumayan bikin ngeri. Cast-nya berperan dengan bagus, terutama Luna Maya. Rating: ★★★

MUHAMMAD HABIBIE

Paling memuaskan pada bagian CGI, pergerakan kamera, dan sudut pengambilan gambar. Perkelahian berdarah-darahnya kerap aneh. Paling terganggu dengan sound effect-nya yang bener-bener kekencengan sampai bikin telinga sakit (bukan saat jumpscare). Si Sabrina hanya pajangan, tak punya makna. Film sekadar bagus tapi mudah terlupakan. Rating: ★★★

NADA ANISA

Ceritanya lumayan oke, walau kesannya film ini hanya ingin menakuti lewat sound effect dan suara yang terlampau kencang. Efek CGI yang kurang baik juga membuat film ini belum menjadi film horor yang patut dicari dan ditonton. Rating: ★★1/2

TAUFAN SUGIYAT

Masih menggunakan formula plot yang sama seperti seri The Doll sebelumnya, Sabrina hanyalah pengulangan yang tidak lebih baik dari pendahulunya. Dari sisi horor pun biasa saja, rip-off sana-sini, tidak ada yang baru, dan cuman bikin kaget saja. Penggunaan media mistis yang kurang lazim di kultur budaya kita mungkin jadi nilai minus tersendiri. Bagian terbaiknya hanyalah ketika Luna Maya kesurupan, dan itu pun juga pengulangan dari The Doll 2. Rating: ★★

YOVAN NAINGGOLAN

Sabrina hadir sebagai film horor yang baik di tengah film lokal bergenre sejenis yang tidak memenuhi harapan. Lewat sinematografi, kedinamisan kamera, efek spesial mumpuni dan kisah yang berjalan mulus, film ini sukses menebar kengerian di sepanjang durasi. Third act film ini jadi salah satu yang paling intens dan seru di film horor Indonesia. Rating: ★★★1/2

 

AUDIENCE RECOMMENDATION

22.2%

 

Last Updated: 27 July 2018


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)