Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Sabtu Bersama Bapak (2016)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


1
Posted July 5, 2016 by

 
Full Article
 
 

SabtuBersamaBapak-Poster

Critics Review: ★★★1/4 (1 review)
Film Bloggers Review: ★★★ (16 reviews)

SYNOPSIS

Apa yang seorang bapak akan lakukan jika dia tahu hidupnya tidak akan lama lagi? Apa yang seorang istri akan lakukan, jika dia tahu sebentar lagi, dia harus menempuh semua tantangan hidup, sendiri? Apa yang seorang pria akan lakukan, jika dia harus tumbuh tanpa seorang bapak?

Gunawan Garnida (Abimana Aryasatya) memiliki jawabannya. Gunawan tahu dia tidak akan dapat melihat kedua anaknya, Satya dan Cakra, tumbuh. Gunawan memutuskan untuk melakukan sesuatu agar kedua anaknya tetap tidak kehilangan sosok bapak dalam hidup mereka.

Setelah dewasa, Satya (Arifin Putra) dan Cakra (Deva Mahenra) memiliki masalah mereka sendiri. Satya memiliki masalah dengan cara dia membina rumah tangga bersama Rissa (Acha Septriasha) dan Cakra mengalami kesulitan mencari jodoh. Ibu Itje pun tidak luput dari masalah, yang dia putuskan untuk dia jalani sendiri.

Apakah Gunawan, yang sudah lama berpulang, dapat menolong mereka?

General Information

Director: Monty Tiwa
Scriptwriter: Adhitya Mulya, Monty Tiwa
Cast: Abimana Aryasatya, Ira Wibowo, Arifin Putra, Deva Mahenra, Acha Septriasa, Sheila Dara Aisha
Running Time: 100 minutes
Release Date: 5 July 2016

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★★1/4

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

Sabtu Bersama Bapak dimulai cukup goyah, khususnya ketika bagian kisah Satya tersaji lebih datar jika dibanding dengan pengisahan Cakra. Namun, secara perlahan, Monty Tiwa mampu membangun intensitas cerita menjadi lebih kuat dan hangat secara emosional. Para pemeran Sabtu Bersama Bapak juga tampil apik, khususnya Deva Mahenra yang tampil kuat serta Jennifer Arnelita yang mampu mencuri perhatian. Keluhan terbesar pada Sabtu Bersama Bapak mungkin muncul dari kualitas gambarnya yang seringkali terasa kurang fokus bahkan buram. Dan sama sekali gak mengerti apa kegunaan tampilnya lens flare di hampir setiap adegan Sabtu Bersama Bapak. Seriously annoying. Rating: ★★★

ARUL FITTRON (Arul’s Movie Review)

Yang bikin saya takjub di Sabtu Bersama Bapak adalah Acha Septriasa, permainan emosinya saat satu frame sama Arifin Putra itu bagus banget! Dan akhirnya juga, Deva Mahenra berada di arahan yang tepat. Di Sabtu Bersama Bapak dia bersinar dan berhasil menghibur! Rating: ★★★1/2

CANDRA ADITYA (That Candra Aditya Kid)

I really think that Sabtu Bersama Bapak is better than Test Pack. Rating: ★★★

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Not flaws free, Sabtu Bersama Bapak worked just quite well covering the unavoidable disease/suffering porn with fine acts and comedic punchHowever, Acha Septriasa tetap tampil baik sekali di Sabtu Bersama Bapak saat meng-handle adegan-adegan emosionalnya. All out and never overacted. Rating: ★★★

DJAY (So-Called Reviewer)

I love how Monty tied every character in Sabtu Bersama Bapak to become the strength of the movie. Bagi banyak orang, Sabtu Bersama Bapak mungkin punya ikatan emosional dengan mereka. Bagi gue sih yaa … biasa aja. But I do enjoyed every scene in the movie. Deva Mahendra emang aktingnya gitu kan? Arifin juga gitu kan? Acha ya emang gitu? Gitu dalam artian jelek juga enggak bagus ya juga enggak. Kekuatannya emang dari cerita sih. Jadi bukan performa aktornya. Rating: ★★★1/2

DWI RETNO WARDHANNY (Layar Tancep)

Di antara lima film Lebaran lain, Sabtu Bersama Bapak begitu sederhana dari segi cerita. Tidak mengisahkan biopik tokoh masyarakat, cerita cinta dua remaja, usaha menyembuhkan patah hati, hingga perjalanan keliling dunia. Sabtu Bersama Bapak hanya bercerita tentang keluarga, tapi dengan kisahnya yang heartwarming, film ini bagi saya pribadi adalah film juara di Lebaran tahun ini. Rating: ★★★

ELBERT REYNER (A Cinephile’s Diary)

Cukup kecewa dengan Sabtu Bersama Bapak secara ini adalah film Lebaran yang paling gw tunggu-tunggu. Bukan masalah komedinya, tapi naskahnya yang sangat absurd. Nggak perlu sekolah dokter pun, pasti terasa kalau elemen medis, yang sayangnya jadi penggerak plot, di film Sabtu Bersama Bapak ini sangat maksa dan aneh. The cinematography is even weirder. Lens flares, distortions, and strange brightness are almost visible in every important scenes. Tapi untunglah, Sabtu Bersama Bapak punya cast yang luar biasa. Arifin, Acha, dan terutama Deva, performa mereka berhasil menutupi kekurangan-kekurangan fatal film ini. Rating: ★★★

HARIS FADLI PASARIBU (Tales from Motion Sickness)

With uneven pace, tone, and story, Sabtu Bersama Bapak feels so perplexing. While the lighthearted comedy is quite solid and amusing, the sentimentality of the drama is overwhelming. Tech wise, it looks lousy. Deva Mahenra is the MVP. Rating: ★★1/2

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

Setelah nonton Sabtu Bersama Bapak ternyata Deva Mahenra salah satu aktor yang patut diperhitungkan. Di film ini dia bersinar berkat aktingnya. Setelah bermain enam film, karakter Deva Mahenra di  Sabtu Bersama Bapak adalah penampilan terbaiknya (setelah di Slank Nggak Ada Matinya). Sabtu Bersama Bapak secara keseluruhan beruntung memiliki para pemain seperti Acha Septriasa, Deva Mahenra, Jennifer Arnelita, dan Ernest Prakasa. Kehadiran mereka berempat di Sabtu Bersama Bapak terlihat menghidupkan film ini. Lupakan sejenak isi bukunya, nikmatilah cerita Adhitya Mulya dan Monty Tiwa dalam sebuah film. Overall, masih cukup menghibur. Rating: NA

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Untuk film yang menjual sentimentalitas, segmen santai dan humornya bekerja lebih baik dan enjoyable dari dramanya. Rating: ★★★

KANIA KISMADI (Ngobrolin Film)

Suka banget sama novelnya #SabtuBersamaBapak dan senang karena filmnya bisa menyampaikan ceritanya dengan pas. Tapi di Sabtu Bersama Bapak, Deva berubah menjadi Cakra yang grogian, ga pede, polos, dan sayang banget sama mamahnya. Highlight kedua tentunya adalah Acha Septriasa. Men. Gue tau dia bagus, tapi baru di Sabtu Bersama Bapak gue sadar betapa bagusnya dia. Dan highlight ketiga adalah Abimana yang berhasil bikin gue ga salah fokus. Dia ya Bapak, bukan Abimana yang uwow ganteng. Nonton Sabtu Bersama Bapak bikin lo nangis, tapi juga ketawa. Bukan tangisan atau tawa yang berlebihan tapinya. Semuanya pas sesuai porsi. Rating: NA

ODAGOMA RHEINHARD (Layar Tancep)

Sabtu Bersama Bapak benar-benar lengkap dalam hal rasa. Monty Tiwa kembali membuktikan diri sebagai salah satu yang terbaik untuk mengolah dan menyampaikannya. Ada perpaduan yang tepat dari tawa dan haru di sepanjang ceritanya. Dan yang terpenting, apa yang dituturkannya begitu berharga. Dengan seluruh kelebihan itu, kelemahan visual dan beberapa kekurangan di dalamnya akan sangat mudah dimaafkan. Ah ya, salut untuk Deva Mahenra, Sheila Dara Aisha, Acha Septriasa, dan Arifin Putra yang telah menambahkan kehangatan dalam semangkuk Sabtu Bersama Bapak. Sebuah kado Lebaran yang indah untuk setiap orang yang mencintai keluarganya. Salah satu yang terbaik dari Monty Tiwa.  Rating: ★★★★

RANGGA ADITHIA (Raditherapy)

Sabtu Bersama Bapak tidak sempurna, tapi kehangatannya telah berhasil tutupi ketidaksempurnaan tersebut. Rating: ★★★

RASYID HARRY (Movfreak)

Performa kuat jajaran cast memaksimalkan drama dan humor Sabtu Bersama Bapak walau kurang mulus berpesan dan beberapa visual mengganggu. Rating: ★★★1/2

REINO EZRA ANRETI (Ajirenji Mindstream Reviews)

Buat gw Sabtu Bersama Bapak adalah film arahan Monty terbaik sejak Test Pack: You’re My Baby. Namun, gw rasa sineas seperti Monty yang udah berkiprah lebih dari 10 tahun dan diberkahi kemampuan bercerita yang baik, sudah saatnya move on dan memberi perhatian–atau diberi kesempatan?–pada upaya memperkaya production value karya-karyanya. Kalau tidak, mungkin gw nggak akan melihat karya doi yang bisa disebut great tanpa ada embel-embel “tetapi.” Rating: ★★★

ROHMAN SULISTIONO (Ocehan Si Momo)

Permasalahan Sabtu Bersama Bapak ialah gimana ini film gak bisa jaga ritme secara konsisten. Rating: ★★1/2

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Tertawa terbahak-bahak dan menyeka air mata adalah apa yang akan kamu lakukan sepanjang nonton Sabtu Bersama Bapak di gedung bioskop. Rating: NA

TEGUH SANTOSO (Reviewsiana)

Kekuatan utama film Sabtu Bersama Bapak itu ada pada skenario adaptasinya. Filmnya memang terasa lebih mengharu-biru dibanding novelnya, tapi filmnya tak kehilangan momen-momen fun yang ada di bukunya. Khususnya pada karakter Cakra. Roh utama para cast film ini adalah Abimana Aryasatya. Scene terbaik di film ini adalah seluruh scene yang ada Abimana-nya. Kelemahan dari film ini, memang ada pada beberapa karakter yang tak tereksekusi dengan baik, dan (seperti khas film Indonesia lainnya) menghabiskan waktu mengeksploitasi kesedihan yang tak perlu. Overall, salah satu film Indonesia terbaik tahun ini Rating: ★★★

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

With admirable cast performances Sabtu Bersama Bapak was a simple but warm dan meaningful movie about family. Rating: ★★★1/2

 

Last Updated: 14 July 2016


One Comment


  1.  
    Billy Simamora

    Di awal terasa berjalan sangat cepat, sehingga rasa terikat dengan para tokoh menjadi kurang… Tetapi pertengahan hingga akhir cukup menarik untuk diikuti.. Akting seluruh pemain utama patut dipuji, yang membuat suasana dalam film menjadi hidup.. Well, film ini layak untuk ditonton apalagi ditonton bersama dengan keluarga 🙂





Leave a Response


(required)