Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Supernova: Ksatria, Putri, & Bintang Jatuh (2014)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 

Positives


Cantik secara visual dan terlihat mewah, efek spesial yang mendukung.

Negatives


Naskah yang tidak sukses menerjemahkan novelnya, kesalahan casting untuk karakternya.


0
Posted November 30, 2014 by

 
Full Article
 
 

SupernovaKsatriaPutriDanBintangJatuh-Poster

Critics Rating: ★★★ (3 reviews)
Film Bloggers Rating: ★★ 1/2 (7 reviews)

SYNOPSIS

Washington DC. Sebuah pesta  di rumah mewah mempertemukan Reuben dan Dimas, mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Amerika. Malam itu keduanya berjanji;  suatu hari mereka akan menulis sebuah buku, sebuah cerita  roman sains  yang menggerakkan hati  banyak orang. Kisah tentang Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh.

Jakarta. Dari sebuah kantor eksekutif, sebuah wawancara mendadak antara  Ferre—eksekutif muda, kaya, pintar, dan terkenal—dan Rana—wakil pemimpin redaksi majalah wanita  papan atas—mengubah jalan hidup keduanya. Keduanya  jatuh cinta. Padahal, Rana telah bersuamikan Arwin, pengusaha dari keluarga terkenal dan terpandang.

Kisah Ferre dan Rana berlanjut dan semakin dalam. Bagaikan Ksatria dan Puteri di kerajaan cinta. Ferre dan Rana tidak bisa lepas dari cinta terlarang yang terasa benar, dan keteraturan  kehidupan rumah tangga Rana dan Arwin yang  baik-baik saja terasa salah.

Diva, seorang model papan atas  tiba-tiba muncul dalam kehidupan Ferre. Ternyata selama ini  Diva tinggal di klaster yang sama dengan Ferre, bahkan rumah mereka saling berhadapan.

Reuben dan Dimas, Ferre, Rana, Arwin dan Diva, akhirnya  bertemu tanpa saling mengenali satu sama lain dalam sebuah blog agresif,  puitis, romantis,  fenomenal bernama Supernova. Kisah mereka meledak bersama Supernova.

 

Washington DC. A luxury home parties bring Reuben and Dimas, Indonesian students studying in America. That night both promise; one day they will write a book, a scientific novel that moves the hearts of many people. The story of the Knight, Princess and the Falling Star.

Jakarta. From an executive office, an impromptu interview between Ferre—young executive, rich, smart, and well-known—and Rana—deputy editor of the top women’s magazine—change the way of life of both. Both fall in love. In fact, Rana has been married to Arwin, a businessmen from well-known and respected family.

The story of Ferre and Rana continues and deepens. Like a knight and a princess in the kingdom of love. Ferre and Rana can not escape from the forbidden love that feels right, and the regularity and fine of domestic life Rana and Arwin feels wrong.

Diva, a top model suddenly appear in the life of Ferre. Apparently Diva is living in the same cluster with Ferre, even their homes face each other.

Reuben and Dimas, Ferre, Rana, Arwin and Diva, finally meet without recognizing each other in a aggressive, poetic, romantic, phenomenal blog called Supernova. Their story explodes together with Supernova.

 

General Information

Director: Rizal Mantovani
Scriptwriter: Donny Dhirgantoro, Sunil Soraya, Dewi Lestari
Cast: Herjunot Ali, Raline Shah, Paula Verhoeven, Arifin Putra, Hamish Daud, Fedi Nuril
Running Time: 136 minutes
Release Date: 11 December 2014

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

RANGGA ADITHIA (Flick Magazine)

Berjam-jam saya diperlihatkan kisah percintaan dan konfliknya, tapi film ini seperti enggan mengajak saya untuk peduli. “Supernova: Ksatria, Putri, & Bintang Jatuh” begitu asyik sendiri menggambarkan kemewahan dan kerumitan cinta yang dibubuhi dialog-dialog membingungkan, sedangkan saya dibiarkan (dipaksa) untuk buka mata tanpa tahu apa yang sebenarnya sedang saya tonton. Rating: ★★1/2

SHANDY GASELLA (Detik)

Mengadaptasi novel “roman ketemu sains” ini memang bukan perkara mudah. Dalam bentuk teks ia gampang untuk dibaca, diresapi, dipahami, lalu direnungi. Ketika ia diadaptasi ke dalam medium lain, maka dalam setiap “terjemahan” pastilah ada partikelnya yang hilang. Dalam bentuknya yang baru ia tak mungkin utuh lagi. Nampak sekali penulis skenario Donny Dhirgantoro dan Sunil Soraya, juga editor Kelvin Nugroho dan Sastha Sunu tak cukup lancar menerjemahkannya. Di banyak bagian saya merasa seperti tengah mendengarkan diktean novel dari seorang asisten dosen yang cantik di sebuah kelas sastra; agak menjemukan dan terkadang membingungkan pada saat yang bersamaan. Ketika bel berbunyi tanda kuliah telah usai, sang asdos belum juga beranjak dari hadapan kita. Untung saja ia cantik. Begitu pun visual film ini, tersaji dengan begitu menghipnotis. Rating: ★★★

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

Cinta yang dihidangkan dalam piring seluas galaksi ini berat. Dan membuat kepala cenat-cenut. Kosakata turbulensi dan lain-lain membentangkan jarak. Jarak antara Dee dan penonton itu, ditengahi Rizal. Ia penyampai pesan yang piawai mengemas pesan menjadi lebih enteng via gambar, komposisi warna, dan sinematografi rupawan. Serupawan para “wayang” gubahan Dewi. Rating: ★★★1/2

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

Rizal Mantovani’s ‘Supernova: Ksatria, Putri, & Bintang Jatuh’ is a glossy adaptation of its original source. Sans the heart or soul. And while Raline Shah, Herjunot Ali and Fedi Nuril did an alrite job with their limited characters, Paula Verhoeven simply can not act. Rating: ★★

CANDRA ADITYA (That Candra Aditya Kid)

Dengan visual yang wah – terutama bagian pseudo Jakarta yang keren bingitz – dan scoring yang mendebarkan Supernova : Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh ternyata menjadi tontonan yang lumayan menghibur. Filmnya memang cetek banget. Hanya mampu jor-joran visual dan si pembuatnya jelas banget keliatan kalo mereka sebenernya nggak paham bukunya ngomongin apa karena hasil akhirnya hanya di permukaan aja. Dan sebagai adaptasi novelnya, film ini gagal banget untuk mengaspirasikan apapun yang diresahkan oleh Dewi Lestari saat menulis bukunya – gue ragu para penonton Blok M Square akan membahas keresahan cara pola pikir mereka terhadap moralitas atau maksud mereka hidup setelah filmnya usai. Tapi gue, sebagai penonton, bisa bilang bahwa gue nggak rugi mengeluarkan duit dua puluh lima ribu buat liat keindahan yang menyenangkan. Walopun mungkin filmnya gitu aja, yang penting gue terhibur. Bukannya itu tujuan awal orang menonton film bukan? Rating: ★★★

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Skrip yang ditulis Donny Dhirgantoro bersama Sunil Soraya bukan tak mencoba menerjemahkan tiap benang merah yang ada. Namun sebagai jualan, mereka tahu apa yang paling diinginkan penonton kita kebanyakan. Maka jadilah drama karakter-karakter ciptaan Reuben dan Dimas itu yang muncul mendominasi, sementara penelusuran sainsnya cukup dibatasi menempati prolog dan epilog keseluruhannya. Menekan resiko kebingungan penonton atas istilah-istilah ilmiah yang diterjemahkan bulat-bulat ke dalam skrip penuh bahasa buku itu, walau mau tak mau emosinya kerap dipenuhi hit and miss. Apalagi dengan akting tipikal ensemble cast langganan mereka yang juga seringkali jadi sekaku bahasa yang ditampilkan dalam filmnya. Rating: ★★★

DIAKSA ADHISTRA (Mokino)

Overall, akan sedikit dimanjakan dengan sinematografi yang bagus dan production set yang megah. Tapi, tetap tidak bisa menolong keseluruhan film ini dari segi cast dan flow cerita, terkesan berat namun jadi bukan kualitas layar lebar. Roman bercampur sains yang sia-sia. Rating: ★★★

JANITRA EZRA (Romantic | Superhero)

Supernova: Ksatria, Putri, & Bintang Jatuh ini kurang lebih seperti Paula Verhoeven di film. Cantik sih cantik, tapi kalau sudah buka mulut lebih baik berhenti saja deh. Rating: ★★

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

NA. Rating: ★★1/2

KANIA KISMADI (Ngobrolin Film)

Cukup sulit ternyata menggambarkan perasaan gue sebagai pembaca Supernova setelah menyaksikan filmnya. Entah mengapa, gue merasa bahwa film Supernova hanya ditujukan bagi para pembaca bukunya, yang memang mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Kalo ngga, gue rasa orang-orang akan bertanya-tanya, “ini jadi maksudnya gimana sih?” Karena filmnya tidak menggambarkan dengan jelas bahwa ada dunia parallel di sana, dunia Dimas-Ruben dan dunia Ferre-Rana, dengan Diva/Supernova sebagai penghubung keduanya. Rating: NA

REINO EZRA ANRETI (Ajirenji Mindstream Reviews)

Film ini punya keberanian mengangkat novel yang dikenal kompleks (mungkin karena kebanyakan istilah ajaibnya) ke dalam sebuah presentasi yang ditujukan jadi ngepop, sekalipun masih mempertahankan dialog-dialog ajaib dari novelnya. Visualnya oke sekali, dan cukup royal dalam menampilkan efek visual dan berbagai polesan yang makan duit. Tetapi, mungkin materi ceritanya kurang pas untuk dipresentasikan dengan cara seperti itu. Mungkin kalau susunan kata-katanya lebih pro-rakyat, film ini akan punya efek lebih, walaupun risikonya filmnya bakal jadi kurang “keren” karena hanya bercerita tentang perselingkuhan semata. Tata gambar bagus dan pemain cakep-cakep mondar-mandir mengujarkan kata-kata aneh (dan tanpa terdengar meyakinkan) bukanlah solusi untuk membuat film ini jadi engaging alih-alih mind-blowing seperti yang diniatkan. Rating: ★★

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

‘Supernova: Ksatria, Putri & Bintang Jatuh’ memiliki visual cantik mewah dan tuturan mengikat yang sayangnya dinodai kesalahan pilih pemain. Rating: ★★★

 

STILLS

 

Last Updated: 7 January 2015


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)