Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Surga yang Tak Dirindukan (2015)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


5
Posted July 7, 2015 by

 
Full Article
 
 

SurgaYangTakDirindukan-Poster

Critics Review: ★★1/2 (4 reviews)
Film Bloggers Review: ★★1/2 (8 reviews)

SYNOPSIS

Kisah cinta pada pandangan pertama Arini (Laudya Cynthia Bella) dan Pras (Fedi Nuril) begitu indah. Pernikahan yang kemudian terwujud mendatangkan kebahagiaan lain dengan hadirnya Nadia (buah cinta keduanya).

Sosok Pras yang baik dan setia selalu menenangkan Arini, berbagai kisah perselingkuhan yang dialami perempuan di sekelilingnya, termasuk sahabat dekatnya, tidak sekalipun mengusik kepercayaan Arini terhadap sang suami. Demi mewujudkan rumah agar senantiasa menjadi surga cintanya dan Pras, Arini pun berusaha mengabdikan diri sepenuh hati sebagai Ibu dan Istri.

Tetapi perjalanan takdir kemudian berujung ujian bagi cinta Arini dan Pras. Suatu hari, dalam perjalanan menuju kantor, Pras harus menolong sebuah mobil yang mengalami kecelakaan. Alangkah kagetnya Pras saat mengetahui korbannya, adalah seorang perempuan dalam balutan baju pengantin Mei Rose (Raline Shah), yang berusaha bunuh diri, setelah laki-laki yang berjanji menikahi ternyata menipunya.

Pertemuan keduanya, lalu kehadiran Akbar, membuat pernikahan Pras dan Arini berada di tepi jurang.

Bisakah cinta bertahan, setelah janji-janji untuk setia tak lagi ditepati? Apa yang harus dilakukan seorang perempuan ketika sosok yang paling dicintainya seolah menemukan tambatan baru bagi hati?

General Information

Director: Kuntz Agus
Scriptwriter: Alim Sudio, Team MD, Asma Nadia
Cast: Fedi Nuril, Laudya Cynthia Bella, Raline Shah
Running Time: NA
Release Date: 15 July 2015

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

ABBAS ADITYA (KapanLagi)

NA. Rating: ★★

ANDRI CAHYADI (Cinemags)

NA. Rating: ★★1/2

TAUFIQUR RIZAL (Flick Magazine)

Trik yang dipergunakan si pembuat film, Kuntz Agus (Republik Twitter), hanyalah pengulangan yang sudah-sudah tanpa ada inovasi berarti membuat film menjauhi kesan istimewa. Errr … apakah keklisean ini membuat Surga yang Tak Dirindukan menjadi gelaran buruk nan membosankan? Tidak juga. Untungnya, berkat amunisi yang dipersiapkan oleh Ipung Rachmat Syaiful lewat bingkaian gambar cantik dan lakon kuat jajaran pemain, Surga yang Tak Dirindukan berhasil sedikit mengangkasa. Paling tidak, masih merasakan adanya emosi di dalamnya. Rating: ★★★

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

Di balik kelemahan dalam bersikap, Surga tampaknya memiliki peluang untuk bersinar. Sinematografinya apik. Di balik sikap dolak-dalik yang tergambar dalam penuturan, ada petuah-petuah bijak yang membuat hari kemenangan kian hangat. Rating: ★★1/2

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

If being a soapy love story is what Surga yang Tak Dirindukan aims for then it works seriously well. Other than that… meh. Rating: NA

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Surga yang Tak Dirindukan memang belum bisa melepas hal-hal stereotype atas keberadaan genrenya yang jadi keunikan tersendiri di beragam rupa sinema Islami kita. Usahanya mengulang kesuksesan Ayat-Ayat Cinta mungkin belum berhasil walaupun perolehan penontonnya tergolong bagus di saat-saat sekarang. Namun paling tidak, terlebih sebagai blockbuster Lebaran, selain adanya keunggulan dalam sisi penggarapan, ia harus diakui punya daya tarik besar terhadap pangsa yang juga jadi salah satu kelas terbesar penonton film lokal. Rating: ★★★

DIAKSA ADHISTRA (Mokino)

Khas film menyambut Lebaran yang menguras air mata. Rating: ★★★

DJAY (So-Called Reviewer)

It’s a bullsh*t story. With good execution. The crews know how to handle the drama from beginning to end. An outstanding performance from Bella. She is good. A very good actress. Fedi sama Raline, entahlah, maennya jelek di film ini. Gak kayak film-film mereka sebelumnya. I hate the ending. Tapi, overall layak tonton sih. Rating: ★★

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

Visualisasi dongeng menjadi sebuah film dengan deretan pemain utama yang kurang berkesan. Beruntunglah ada Kemal dan musik yang bagus. Rating: ★★

KANIA KISMADI (Ngobrolin Film)

Surga yang Tak Dirindukan berhasil bikin gue nangis dari awal sampe akhir film, bahkan dari iklan Wardah dan Citra juga! Walau chemistry kurang kuat, tapi penampilan individu Bella, Fedi, bahkan Raline, pas. I can really feel their pain. Rating: NA

ODAGOMA RHEINHARD (Layar Tancep)

Beberapa bagian terasa melelahkan, tapo Kuntz Agus berhasil menuturkan semuanya dari hati. Menyentuh. Rating: ★★★1/2

RANGGA ADITHIA (Raditherapy)

Temanya jelas tak sesuai dengan selera saya, dan butuh perjuangan keras untuk bisa menikmati formula melodramanya yang menyenggol persoalan poligami. Terlepas dari ketidakcocokan, saya harus mengakui kualitas Kuntz Agus dalam membungkus Surga yang Tak Dirindukan, filmnya cantik dan pemainnya “dipaksa” untuk mampu bermain bagus maksimal. Didukung tata produksi, sinematografi dan artistik yang cukup jempolan, Surga yang Tak Dirindukan sayangnya tidak bisa saya nikmati sepenuhnya, film reliji yang sulit untuk dapat cinta dari saya. Rating: ★★★

REINO EZRA ANRETI (Ajirenji Mindstream Reviews)

Gw mungkin memang bukan target penonton film ini, karena kelihatan sebenarnya film ini ingin membuat penontonnya yang berhati sensitif tertusuk-tusuk dan terpengaruh secara emosional seperti saat nonton sinetron atau telenovela. Well, gw juga nontonnya agak emosi sih, tapi karena melihat segala kebodohan karakternya. Eh, tapi tetep aja efeknya emosi, in a way film ini jadinya berhasil. Rating: ★★

TEGUH SANTOSO (Reviewsiana)

Surga yang Tak Dirindukan hadir dengan plot cerita yang pas tapi tanpa mengurangi sensasi menonton opera sabun. Tak ada yang istimewa dari film ini, tapi tak buruk juga. Akting para pemain tak buruk tapi bukan penampilan terbaik mereka. Film Surga yang Tak Dirindukan berfokus menghadirkan drama yang mengharu biru sepanjang film, dan untuk ini mereka berhasil. Tapi ya hanya itu yang didapatkan. Rating: ★★1/2

 

Last Updated: 31 July 2015


5 Comments


  1.  

    Entahlah orang lain, tapi saya, sepanjang nonton terus menebak-nebak endingnya. Oh mungkin begini, sepertinya mau begitu, ah pasti begini, eh tapi tidak ya, ah akan begitu. Dan nyaris, semua tebakan saya meleset.




  2.  

    Film keluarga yang kocak, haru, menegangkan, sering ngagetin, heheh. filmnya bagus deh pokoknya. Dukses buat MD




  3.  
    yeni

    Surga yang tak dirindukan…” Asma Nadia” adalah film yg membuat wanita manapun tersentuh hatinya…,, keren bgt sepnjng alur cerita yg mmbuat saya mnitikkan air mata untuk sekian kalinya setelah flm assalamualaikum beijing…,, trharu…tegang..tapi ada lucu nya jg…,, pokonya keren mb sukses terus buat krya2 nya..




  4.  

    Film yang bagus penggarapannya… film yng sangat perempun sekali… jadi susah ngajak suami buat nonton… hiks.. akhirnya nonton sama adik.. mgkn susah disukai oleh cowo, soalnya sedikit rad ‘nyinetron’…




  5.  
    moldy

    Duh ini mah mirip bgt film india ,nyontek kali nih





Leave a Response


(required)