Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Tanah Mama (2015)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted January 8, 2015 by

 
Full Article
 
 

TanahMama-Poster

Critics Rating: ★★★ (1 review)
Film Bloggers Rating: ★★★1/4 (2 review)

SYNOPSIS

Film ini merekam kehidupan Halosina, seorang ibu di Papua yang hidup di perkampungan ladang di lembah pedalaman Yahukimo, sekitar lima jam jalan kaki dari pinggiran kota Wamena. Perempuan yang dipanggil ‘mama’ itu harus berjuang menghidupi diri dan empat anaknya setelah suaminya kawin lagi.

Tanah ladang yang dibukakan oleh sang suami sudah tak subur lagi sehingga tak bisa ditanami. Namun, karena lebih memperhatikan istri keduanya, yang juga beranak banyak, maka Halosina tak bisa mengandalkan lelaki itu lagi untuk memberinya ladang.

Walhasil, di tengah himpitan kelaparan anak-anaknya, Halosina terpaksa mencuri ubi di ladang adik iparnya sendiri. Namun, ikatan kekeluargaan itu ternyata tak membuat Halosina terbebas dari hukuman. Pemilik ladang dan ketua adat tetap bersikeras bahwa Halosina harus membayar denda seharga satu ekor babi, atau sekitar Rp 500 ribu.

Tak punya uang sepeser pun, Halosina akhirnya kabur dari desanya, dan ‘bersembunyi’ di rumah saudaranya di kampung sebelah. Namun, ancaman denda terus mengejarnya, walau ia dengan gigih berupaya menempuh jalan damai dengan membujuk dan meminta maaf sang adik ipar.

 

In this moving story of life in Papua, a mother lives in endless struggle while raising her four children. Halosina is trying to feed four children in a highland hamlet in Wamena without her husband’s support.

With her husband, Hosea; Halosina originally lived in Yahukimo, about five hours away from Wamena by foot. In Yahukimo, it is a husband’s duty to tend to prepare fields for their wives. Once the crops are ready, it is a wife’s job to grow vegetables and sell the harvest in markets to make ends meet.

Hosea, a polygamist with another wife and family, does not join the workforce in setting up the fields for Halosina, leaving her in uncertainty. Without no money in her pocket, Halosina must pick yams from her sister-in-law’s field to feed her family.

The situation worsens as the sister-in-law, who owns the field along with some other women, considers Halosina’s act as theft, which costs Halosina Rp 500.000 or one pig in fines. Carrying too much of a burden on her shoulders, Halosina moves to the neighboring hamlet of Anjelma along with her children. The move is also a protest against Halosina’s husband, who does nothing to settle her problems.

One day, Hosea visits to talk over their problems. For Halosina, it is the chance to address Hosea’s inability to provide her with a field—or to stand up for her over the stealing issue. “All you can think of is just sex,” snaps Halosina to Hosea, referring to her husband’s polygamy, while neglecting their children.

 

General Information

Director: Asrida Elisabeth
Scriptwriter: Asrida Elisabeth
Cast: Halosina
Running Time: 62 minutes
Release Date: 8 January 2015 (limited)

Full Cast and Crew

Not available.

CRITICS REVIEW

SHANDY GASELLA (Detik)

Pembuat film ini boleh jadi terpengaruh ‘Negeri di Bawah Kabut’-nya Shalahuddin Siregar dalam meminjam cara bertutur, penempatan kamera serta interaksi antartokoh yang terekam pun menyiratkan hal itu. Namun, hanya sebatas itu saja, selebihnya ‘Tanah Mama’ menawarkan kisah yang tak kalah menarik untuk disimak serta dibaca bersama dalam ruang-ruang diskusi. Rating: ★★★

 

BLOGGERS REVIEW

DJAY (So-Called Reviewer)

Saya hanya bisa menghela nafas menyaksikan kegigihan Halosina dalam membela dirinya sendiri dan keluarganya. Dan saya mengamini semua hal yang ada di film ini, bahwa hidup di Papua adalah sebuah benturan kemajuan dan adat budaya. Rating: ★★★1/4

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

65 menit penonton diajak melihat peliknya kehidupan Mama HALOSINA yg harus membayar denda krn ketauan mencuri ubi. Rating: ★★★

 

STILLS

 

Last Updated: 7 February 2015


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)