Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Tarot (2015)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted April 30, 2015 by

 
Full Article
 
 

Tarot-Poster

Critics Review: ★★1/4 (5 reviews)
Film Bloggers Review: ★★1/4 (7 reviews)

SYNOPSIS

Julie dan Tristan adalah sepasang kekasih yang mau menikah. Berharap mendapatkan ramalan indah, mereka malah mendapatkan ramalan yang mengerikan dari seorang pembaca kartu tarot. Kartu-kartu tarot yang terbuka mengatakan bahwa akan ada yang datang dari masa lalu untuk mengambil salah satu nyawa mereka. Tristan tidak percaya dengan ramalan itu. Tapi Julie mulai memikirkannya karena rasa bersalahnya terhadap saudara kembarnya bernama Sofia yang lahir dengan muka cacat. Sofia yang bunuh diri kerena merasa dirinya tidak secantik Julie.  Dan hidup Julie pun mulai tak tenang. Mimpi buruk, memar setelah bangun tidur, dan bayangan saudara kembarnya yang sering muncul membuat Julie akhirnya sadar bahwa ia dan Tristan dalam bahaya. Peramal tarot bilang tidak ada yang bisa mereka lakukan dan teror pun semakin tak terkendali. Mereka tak bisa lepas dari ramalan tarot itu.

 

Julie and Tristan are lovers that are preparing for marriage. Hoping to get a good forecast, instead they got a terrifying prophecy from a tarot card reader. The open cards predicted that someone from the past will come back to claim the life of one of them. Tristan doesn’t believe in the prediction. But Julie starts to think about it because of her guilt to her twin sister Sofia who was born with a deformed face. Sofia killed herself because she felt that she’s not as beautiful as Julie. Julie’s life starts to become uneasy. Nightmares, bruises on her body after she woke up in the morning, and shadows of her twin sister frequently appears, it all makes her realize that her life and Tristan is in danger. The tarot reader tells them that there is nothing that they can do, and the terrors are beginning to spin out of control. They are unable to free themselves from the tarot prophecy.

General Information

Director: Jose Poernomo
Scriptwriter: Rheam Junianti
Cast: Shandy Aulia, Boy William, Sara Wijayanto, Aurellie Moeremans
Running Time: NA
Release Date: 7 May 2015

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

ABBAS ADITYA (KapanLagi)

NA. Rating: ★★★1/4

AMIR SYARIF SIREGAR (Flick Magazine)

Jose Poernomo kembali mampu menyajikan Tarot dengan tata teknikal yang terlihat meyakinkan. Tidak benar-benar istimewa namun jelas merupakan keunggulan paling maksimal yang dapat diraih oleh film ini. Jose Poernomo jelas terasa seperti tidak terlalu mempedulikan bagian krusial dari penceritaan dan lebih memilih untuk mencoba menghadirkan kengerian melalui tata atmosfer serta tampilan visual film. Berhasil? Mungkin. Namun, secara keseluruhan, dengan pengisahan yang masih tergolong lemah dan penyampaian cerita yang tergolong draggy, Tarot jelas masih sukar untuk dinikmati dengan baik. Rating: ★★1/2

BOBBY BATARA (All Film Magazine)

Bukan hanya skenario dengan twist yang berlapis-lapis, eksekusi filmnya pun terasa mewah dan eksklusif. Kekurangannya mungkin hanya satu: format pemainnya tipikal dengan proyek-proyek sebelumnya. Pasangan Boy William dan Shandy Aulia yang terlibat dalam Rumah Gurita main lagi di sini. Suguhan akting mereka memang lumayan–tapi ini seperti tak ada pelakon lain yang sanggup bermain dalam film horor sehingga jadi kurang menyegarkan. (taken from print edition #66) Rating: ★★★

SHANDY GASELLA (Detik)

NA. Rating: ★

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

Gambar-gambar yang disuguhkan sejak menit awal menampilkan permainan high angle yang menggoda mata. Kesan sepi masih terasa. Apalagi sebagian besar adegan film ini menampilkan rumah gedongan dua lantai yang hanya dihuni dua orang. Sayangnya di tengah film, cerita jalan di tempat. Beberapa dialog yang disusun Riheam terkesan meledek diri sendiri alih-alih terdengar lebih serius. Rating: ★★1/2

 

BLOGGERS REVIEW

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

There were hit and miss and other inconsistencies, but in terms of horror shows, Tarot really knows how to reach its market audience. Rating: ★★1/2

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

“Tarot” punya secuil momen menegangkan, tapi overall ini tidak lebih dari horor basi dengan narasi dangkal, teror murahan dan durasi yang kepanjangan. Rating: ★★

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

Finally Hitmaker bisa buat film horror thriller yang enak ditonton. Meskipun tidak sempurna, tapi Tarot thriller horror terbaik mereka. Rating: ★★★1/4

KANIA KISMADI (Ngobrolin Film)

Adegan opening Tarot sempat menciutkan harapan gue akan sesuatu yang lebih baik dari Rumah Gurita. Dengan tone warna oren-oren bikin sakit mata seperti yang ditampilkan di Rumah Gurita, plus adegan cipokan antara Boy William dan Shandy Aulia, gue sudah nyaris berpikir bahwa Tarot akan jadi sama buruknya seperti pendahulunya. Tapi gue salah. Tarot kembali seperti film-film Hitmaker sebelumnya: simpel, cantik, minim penampakkan hantu, dan….. yang paling gue seneng adalah: tidak ada lagi suara-suara penanda kemunculan hantu yang menjadi pembeda antara Hitmaker dan PH-PH lainnya! Yes! Hitmaker Studios kembali ke formula film-film pertama mereka, dan gue senang. Rating: NA

RANGGA ADITHIA (Raditherapy)

Sungguh disayangkan usaha “Tarot” untuk membangun rasa cekam dan atmosfir seram yang layak di 30-40 menitan awal film, harus dihancurkan oleh cara-cara menampakkan hantu yang terbilang bodoh. “Tarot” dengan bodohnya bunuh diri dan potensinya yang menjanjikan itu seketika mati, harapan saya untuk akhirnya bisa menonton film horor yang layak dari Hitmaker pun ikut terbunuh. Percuma pakai setting rumah besar yang mahal kalau caranya menakuti terlihat murahan, hanya bermodal hantu dengan polesan digital. Saya sebetulnya akan memaklumi pilihan film ini untuk memakai hantu-hantuan CGI, jika dilakukan pakai cara-cara yang manusiawi dan tidak berlebihan. Tapi “Tarot” seperti tidak peduli apa yang dilakukannya itu seram ataupun mengagetkan orang sampai mati kena serangan jantung, yah bodo amat. Buat “Tarot” yang terpenting adalah sudah memberikan penampakan setan celangap dan disorot memenuhi layar. Rating: ★★

REINO EZRA ANRETI (Ajirenji Mindstream Reviews)

Gw tetap rela memberi pujian bagi Tarot sebagai salah satu produksi film horor Indonesia yang paling niat, enak dilihat, dan sukses menampilkan “horor” yang lumayan. Tapi, sayangnya dia pada akhirnya kurang bisa mengimbangi sisi itu dari segi cerita, yang sebenarnya udah cukup oke tapi jadi ke-spoiled di akhirannya, simply karena lack of confidence. Nice try, though. Rating: ★★1/2

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Walau masih bermasalah di skrip dan akting, ‘Tarot’ jelas peningkatan dari film seram buatan Hitmaker sebelumnya. Daya kejutnya cukup asyik. Rating: ★★1/2

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Ternyata apa yang disajikan Tarot bukan jiplakan mentah-mentah dari Alone. Meski harus diakui kalau ada banyak unsur yang terinspirasi dari film Thailand itu. Lihat saja ekspresi wajah Shandy sebagai Sofia yang mengingatkan saya akan karakter Ploy. Begitu juga dengan munculnya karakter seorang pria yang menjadi konflik utama. Bedanya, tentu saja twist di menjelang akhir film. Namun tunggu dulu, berbeda bukan berarti lebih baik, karena Tarot justru menghancurkan nuansa dan penceritaan yang rapi sejak awal, hanya demi sebuah twist ending yang berbeda. Rating: ★★1/2

 

Last Updated: 15 July 2015


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)