Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Turah (2016)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 


0
Posted November 30, 2016 by

 
Full Article
 
 

turah-poster

Critics Review: NA (0 review)
Film Bloggers Review: ★★★★1/4 (2 reviews)

SYNOPSIS

Kerasnya persaingan hidup menyisakan orang-orang kalah di Kampung Tirang. Mereka dijangkiti pesimisme dan diliputi perasaan takut. Terutama kepada Darso, juragan kaya yang telah memberi mereka ‘kehidupan’. Pakel, sarjana penjilat di lingkaran Darso, dengan pintar membuat warga kampung makin bermental kerdil. Situasi tersebut memudahkannya untuk terus mengeruk keuntungan. Setitik optimisme dan harapan untuk lepas dari kehidupan tanpa daya hadir pada diri Turah dan Jadag. Peristiwa-peristiwa terjadi, mendorong Turah dan Jadag untuk melawan rasa takut yang sudah akut dan meloloskan diri dari narasi penuh kelicikan. Ini adalah usaha sekuat daya dari mereka, orang-orang di Kampung Tirang, agar mereka tidak lagi menjadi manusia kalah, manusia sisa-sisa.

 

Harsh life makes people become losers in Kampung Tirang. They are infected with pessimistic and fear. Especially towards Darso, a rich boss who gave them ‘lives’. Pakel, a toady graduate in Darso’s circle, cunningly makes the villagers become low-minded. That situation helps him to easily take advantages. A slight optimism and hope to escape this unempowered life appear in Turah and Jadag. The indicents happened push Turah and Jadag to fight against their fear and get out of this cunning narration. This is a powerful effort from them, the people of Kampung Tirang, so that they will no longer be losers and remnants.

General Information

Director: Wicaksono Wisnu Legowo
Scriptwriter: Wicaksono Wisnu Legowo
Cast: Ubaidillah, Slamet Ambari, Yono Daryono
Running Time: 79 minutes
Release Date: 29 November 2016 (Jogja-NETPAC Asian Film Festival)

Full Cast and Crew

Not available.

 

BLOGGERS REVIEW

RASYID HARRY (Movfreak)

Teknik sinematiknya tanpa gimmick, tapi sang sutradara yang berasal dari Tegal kentara punya pemahaman mendalam soal kehidupan juga kultur setempat. Alhasil, bagi saya yang sempat tinggal tak jauh dari perkampungan miskin dengan bahasa Jawa ngapak sebagai logat merasa familiar dengan suguhan di layar. Bagaimana pola pikir mereka dalam menyikapi situasi,  seperti saat Jadag mempertanyakan mengapa tidak naik jabatan walau sudah bekerja selama belasan tahun, pula kondisi ketika terjalin interaksi termasuk pertengkaran, semua tampak nyata, dikemas dalam realisme tinggi bermodal kedekatan plus kecintaan sineas akan objek penceritaan. Rating: ★★★★1/2

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

NA. Rating: ★★★★

 

Last Updated: 1 December 2016


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)