Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Tuyul Part 1 (2015)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted April 8, 2015 by

 
Full Article
 
 

Tuyul-Poster

Critics Review: ★★3/4 (7 reviews)
Film Bloggers Review: ★★1/2 (8 reviews)

SYNOPSIS

Sepasang suami istri, Daniel dan Mia baru pindah ke rumah di daerah pegunungan. Daniel mendapatkan projek besar dari kantornya untuk mengurusi perkebunan teh di daerah pegunungan. Namun Mia masih tidak rela pindah ke rumah itu, tetapi Mia menyadari bahwa mereka tidak punya pilihan lain, mereka harus menghemat pengeluaran untuk kelahiran anak pertama mereka. Terlebih rumah itu merupakan peninggalan terakhir dari orang tua Mia yang sudah meninggal.

Pada suatu hari Daniel menemukan botol misterius di salah satu kamar dan menyimpannya. Sejak penemuan botol itu, Mia mengalami banyak kejadian misterius, sering menemukan suara-suara aneh. Mia ketakutan dan khawatir akan bayi yang dikandungnya. Mia berusaha mencari tau mahluk apa yang mengikuti dan menerornya selama ini.

 

A married couple, Daniel and Mia, have just moved to the mountains. Daniel is handling a big project from his office to manage a tea plantation in the area. But, Mia is reluctant to move to the new house. Nevertheless, she realized that she has no other choice in order to save money for the birth of their first child. Moreover, they inherited the house from Mia’s deceased parents.

One day, Daniel found a mysterious bottle in one of the rooms and decided to keep it. Ever since that day, Mia started to experience mysterious occurrences, and strange noises. Mia is afraid that it will affect her pregnancy. She decided to find out what has been following and terrorizing her all along.

General Information

Director: Billy Christian
Scriptwriter: Luvie Melati, Billy Christian, Gandhi Fernando
Cast: Dinda Kanya Dewi, Gandhi Fernando, Citra Prima, Karina Nadila
Running Time: 97 minutes
Release Date: 9 April 2015

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

ABBAS ADITYA (KapanLagi)

NA. Rating: ★★★

AMIR SYARIF SIREGAR (Flick Magazine)

Tuyul – Part 1 tersaji dengan kualitas yang cukup memuaskan. Mulai dari desain ulang penampilan karakter tuyul, desain produksi latar belakang lokasi hingga tata sinematografi benar-benar dihadirkan guna mendukung atmosfer penceritaan film yang berkesan gloomy. Jelas berada di kelas yang masih sulit untuk dijangkau banyak film horor Indonesia lainnya. Sayangnya, Tuyul – Part 1 masih menghadapi masalah yang sama dengan kebanyakan film-film horor Indonesia lainnya: naskah cerita yang cenderung lemah. Rating: ★★★

BOBBY BATARA (All Film Magazine)

NA. Rating: ★★★

LULU FAHRULLAH (Cinemags)

Dua hal yang cukup krusial dari film horor adalah desain dari sang penebar teror dan musik scoring-nya. Untuk dua elemen penting tersebut, filmnya dapat dikatakan cukup berhasil. Karakter tuyul terlihat menyeramkan dan scoring-nya pun dapat membawa aura seram. (taken from print edition #191) Rating: ★★★

RANGGA ADITHIA (Flick Magazine)

Menikmati Tuyul Part 1 sebagai horor yang menegangkan ketimbang nyeremin. Jempol buat artistik dan scoringnya. Tuyulnya lucu pas belepotan darah. Terlepas dari eksekusinya yang kurang rapi dan agak terburu-buru, harus diakui konsep Tuyul Part 1 dan dunia pertuyulannya ini sangat menarik. Rating: ★★★

REINO EZRA ANRETI (Muvila)

Tuyul: Part 1 justru kurang berani memaksimalkan unsur horornya. Meskipun setiap adegan sudah ditata untuk menimbulkan kengerian—dari gambar, pencahayaan, suara, musik, hingga gerak-gerik pemainnya, pada akhirnya kurang memberikan efek horor yang lunas. Rating: ★★1/2

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★★

 

BLOGGERS REVIEW

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Plot yang memuat bangunan-bangunan suspense hingga sepenggal twist yang menjadi jalan pembuka ke sekuelnya dikemas cukup rapi, mengundang rasa penasaran dengan tahapan-tahapan yang juga wajar. Ada respek lebih terhadap genrenya disana, termasuk dengan elemen penting mitosnya soal yuyu yang tak pernah lupa ditampilkan di sebagian versi pendahulunya. Tak juga serba melompat-lompat dengan sekedar menawarkan jumpscares seperti rata-rata film di genre yang sama, tapi cukup solid memainkan genrenya lewat atmosfer. Rating: ★★★

DIAKSA ADHISTRA (Mokino)

Atmosfer horor, konsep, dan cerita lumayan oke karena hantu ini jarang jadi spotlight. Sayangnya, salah satu main cast ruin the thrill. Rating: ★★1/2

DJAY (So-Called Reviewer)

Konsep cerita dan set design menjadi sia-sia dengan lemahnya aktor utama film ini, ditambah lagi penataan musik yang terkadang terlalu berlebihan. Ada satu scene yang mencekam buat saya, namun hanya itu saja yang bisa menolong. Bahkan, banyak yang menilai bahwa Dinda Kanya Dewi bermain baik, bagi saya tidak terlalu baik. Dinda bisa lebih baik dari apa yang sudah dia lakukan di film ini. Rating: ★1/2

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Bagian pertama trilogi Tuyul ini tidak terlalu buruk untuk ukuran horor lokal, meskipun jika membandingkannya dengan horor secara umum ia masih terasa terlalu generik dengan segala jump scare basi dan tipuan-tipuan lama yang membosankan, tetapi ia punya modal bagus untuk seri-seri selanjutnya tentu saja dengan syarat, ada perbaikan di plotnya dan presentasi yang bisa dipoles lebih rapi lagi. Rating: ★★1/2

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

Satu jam pertama musik lebay dan boring. Tiga puluh menit akhir baru pas ketegangannya. Dinda Kanya Dewi dan artistik penyelamat film ini. Rating: ★★

KANIA KISMADI (Ngobrolin Film)

Overall filmnya, well.. biasa aja menurut gue. It’s not bad, but it’s not special too. Menggunakan Tuyul instead of kuntilanak atau pocong yang udah terlalu mainstream, that’s a plus. Penggarapan yang baik dan ngga asal-asalan juga patut diapresiasi sekali. Tapi sayangnya, elemen paling penting yang harus ada dalam film horor malah kurang berhasil dibawakan dengan baik di sini. Cara munculin hantunya masih sama seperti kebanyakan film horor Indonesia lainnya, dengan musik sebagai penanda. Alhasil, gue gagal dibikin takut. Rating: NA

RASYID HARRY (Movfreak)

Tuyul Part 1 bukan film yang seram. Tapi setidaknya Billy Christian sudah punya niat menghasilkan horror yang sejati. Memang niat saja tidak cukup untuk sebuah film, tapi fakta bahwa filmnya diniati menjadi seram (meski tidak berhasil) dan tata artistik yang begitu well-made membuatnya berdiri tegak diantara sajian horror lokal lain belakangan. Rating: ★★1/2

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Walau bukan juga sebuah gelaran horor yang sempurna terutama dengan adanya ‘catatan gangguan’ untuk para pemain pendukung seperti Citra Kirana, Inggrid Widjanarko (sang pengurus rumah), dan Gandhi Fernando yang gagal mengimbangi effort maksimal yang telah dikerahkan oleh Dinda Kanya Dewi, Tuyul: Part 1 tetaplah sebuah hidangan yang sepatutnya diapresiasi. Setidaknya Tuyul: Part 1 masih bisa didefiniskan dalam tiga kata; cantik, seru, dan mencekam. Rating: ★★★

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Flow ceritanya di awal-awal masih terlalu lambat untuk memuaskan dahaga mayoritas penonton akan santapan horor. Meski demikian, bagi yang lebih menyukai horor atmosferik, Tuyul Part 1 membangun tensinya dengan perlahan namun pasti dan dengan tahapan yang logis, hingga revealing moment yang bikin penasaran. Tak hanya itu, endingnya pun membuat saya langsung membayangkan betapa menariknya arah cerita ini bisa dibawa dan dikembangkan selanjutnya. Rating: ★★★

 

Last Updated: 15 July 2015


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)