0
Posted March 22, 2016 by admin in Press Release
 
 

Temu Komunitas Film Indonesia Segera Berlangsung


Bermitra dengan Pusat Pengembangan Film Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Peserta telah terkumpul, layar telah terbentang. Temu Komunitas Film Indonesia 2016 (TKFI 2016) siap dilaksanakan pada 25-27 Maret 2016 di Villa Kayu Palem, Baturraden, Jawa Tengah. Selama tiga hari di kaki Gunung Slamet yang asri nan sejuk, lebih dari tiga ratus pegiat komunitas film di Indonesia akan berbagi, berdiskusi, dan bersenang-senang bersama melalui serangkaian kegiatan—mulai dari kelas, forum diskusi, forum pendanaan, layar tancap, lomba karaoke, hingga presentasi tentang perfilman Indonesia hari ini.

Temu Komunitas Film Indonesia 2016 bertujuan untuk mendedah perkembangan terbaru di lingkup komunitas film, memperbaharui data jaringan, berbagi pengetahuan, serta membangun jaringan antarkomunitas.

“Akan hadir 350 orang peserta yang mewakili 95 komunitas film dari 33 kota atau 14 provinsi di Indonesia. Ditambah teman-teman komunitas film yang hadir meramaikan acara, kami akan mengelola 400 orang lebih selama tiga hari penyelenggaraan acara,” ujar Nanki Nirmanto selalu direktur operasional TKFI 2016.

Pertemuan akbar ini diselenggarakan oleh sebuah jaringan kerja bersama, yang terdiri dari CLC Purbalingga, Jaringan Kerja Film Banyumas, Cinema Poetica, Serunya, boemboe, dan Viddsee. Pada penyelenggaraan kali ini, CLC Purbalingga bertanggungjawab sebagai pengelola pertemuan, sebagai bentuk apresiasi atas capaian komunitas film Purbalingga dan Banyumas Raya di tingkat nasional. TKFI 2016 turut bermitra dengan Pusat Pengembangan Film Departemen Pendidikan dan Kebudayaan – Kemendikbud, sebagai upaya untuk mengkoordinasikan kerja-kerja komunitas film dengan rencana pengembangan perfilman Indonesia ke depannya.

“Kemitraan yang dibangun bersama Pusbang Film Kemendikbud adalah usaha untuk mensinergikan kerja-kerja yang selama ini terfragmentasi antara sektor komunitas dan pemerintah. Tidak hanya itu, segera setelah TKFI 2016 terselenggara, kami bersama Pusbang Film akan mengadakan presentasi publik, melibatkan pelaku dari sektor industri film untuk membedah kemitraan- kemitraan strategis yang bisa dibangun,” ungkap Adrian Jonathan, salah satu penyelenggara.

Ada dua program yang menjadi sentra kegiatan TKFI 2016. Pertama, kelas- kelas tematik sebagai ruang berbagi untuk para pegiat komunitas film. Ada enam topik yang ditawarkan, meliputi penulisan proposal kegiatan, pengelolaan pemutaran dan festival film, pengelolaan teknis pemutaran film, apresiasi dan kritik film, distribusi dan teknologi, serta penulisan skenario. Kelas-kelas ini tidak memungut biaya keikutsertaan, dan akan dipandu oleh narasumber- narasumber dari dunia perfilman Indonesia.

Pendaftaran untuk kelas-kelas ini terbuka dari 5 Februari hingga 5 Maret 2016. Total pendaftar untuk kelas-kelas Temu Komunitas Film Indonesia adalah 345 orang dari 95 komunitas, kelompok, dan lembaga yang tersebar di 33 kota atau 14 provinsi.

Kedua, Forum Pendanaan Inisiatif Komunitas. Tidak seperti forum pendanaan pada umumnya, forum ini hanya menerima pengajuan proposal kegiatan perfilman non produksi, seperti: pemutaran, kajian, diskusi, pendidikan, penelitian, pengarsipan, pengembangan, dan kegiatan-kegiatan terkait. Di tengah jumlah komunitas film yang berkembang pesat, pegiatan perfilman non produksi belum tergarap semarak kegiatan produksi di tengah jumlah komunitas film yang berkembang pesat. Itulah alasan utama TKFI 2016 berfokus pada kegiatan non produksi. Forum Pendanaan Inisiatif Komunitas akan memilih dua proposal kegiatan, dan masing-masing akan mendapat dukungan senilai Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah).

Sama seperti kelas, pendaftaran untuk forum pendanaan terbuka dari 5 Februari hingga 5 Maret 2016. Panitia Temu Komunitas Film Indonesia 2016 menerima 18 proposal kegiatan yang masing-masing memiliki keunikannya tersendiri. Proposal-proposal yang masuk berasal dari 17 komunitas film dan satu perorangan. Dari 18 proposal, tim seleksi Forum Pendanaan menentukan lima komunitas film untuk mengikuti tahap presentasi akhir proposal masing-masing di Forum Pendanaan, yaitu Ruang Film Bandung, Komunitas Gubuak Kopi Solok (Sumatera Barat), Komunitas Kedung (Kebumen), Kine Klub UMM (Malang), dan Liarliar Films (Solo).

Tentunya, di luar peserta kelas dan forum pendanaan, Temu Komunitas Film Indonesia membuka pintu selebar-lebarnya bagi kawan-kawan semua yang berminat hadir. TKFI 2016 terbuka bagi kelompok maupun komunitas film se- nusantara. Juga bagi individu-individu yang berminat dan aktif berkegiatan melalui film.

Informasi selengkapnya tentang Temu Komunitas Film Indonesia 2016 tersedia di situs temukomunitas.cinemapoetica.com.

TemuKomunitasFilmIndonesia-Poster2