0
Posted April 23, 2015 by admin in Press Release
 
 

Film Pendek Indonesia Masuk Kompetisi di 54th SEMAINE DE LA CRITIQUE atau Critic’s Week, Cannes Film Festival 2015


Babibutafilm bekerja sama dengan Hivos Asia Hub dan Yayasan Cipta Citra Indonesia memproduksi tiga film pendek anyar selama 2014: The Fox Exploits The Tiger’s Might (sutradara Lucky Kuswandi); Kisah Cinta Yang Asu (penulis dan sutradara Yosep Anggi Noen); dan Sendiri Diana Sendiri (penulis dan sutradara Kamila Andini).

Ketiga film ini diproduseri oleh Meiske Taurisia, Edwin dan Tunggal Pawestri. Kolaborasi ini dibangun sebagai undangan untuk “Mengalami Kemanusiaan”; sebuah ajakan yang memperkaya pengalaman kita akan kemanusiaan dan mengingat terus apa rasanya menjadi manusia, terutama ketika banyak hal sekarang ini yang menjauhkan kita dari memori tersebut. Salah satunya istilah SARA; Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan, yang diciptakan Negara pada masa Orde Baru circa 1974 untuk membatasi perspektif masyarakat akan kemajemukan manusia. Tanpa kita sadari, SARA sedang atau telah mengalami pemutakhiran menjadi SARA(S); SARA plus Seksualitas. Manusia dibuat terlihat makin generik, makin seragam.

Pada tanggal 20 April 2015, panitia Critic’s Week (Semaine de la critique) secara resmi mengumumkan kepada publik bahwa salah satu film pendek kami yaitu The Fox Exploits The Tiger’s Might karya sutradara Lucky Kuswandi telah berhasil masuk seleksi untuk berkompetisi di salah satu ajang kompetisi film bergengsi di dunia. Tahun ini panitia menerima 1750 karya film pendek dan 1100 film feature dari seluruh dunia.

Critic’s Week didirikan pada tahun 1962, beranggotakan jurnalis dan kritikus film yang tergabung dalam Serikat Kritikus Film Prancis (French Union of the Film Critics), yang memiliki fokus untuk mencari sutradara-sutradara baru yang inovatif. Tahun ini tercatat tujuh film panjang dan sepuluh film pendek dikompetisikan dalam Critic’s Week, Cannes Film Festival 2015. Tahun ini, presiden juri diketuai oleh Ronit Elkabetz, seorang aktris dan sutradara asal Israel. Filmnya yang berjudul Gett, The Trial of Viviane Amsalem, adalah nominasi Golden Globes 2015 kategori Best Foreign Language Film. The Fox Exploits The Tiger’s Might akan menjadi film pendek Indonesia pertama yang berhasil masuk dalam kompetisi ini. Sebelumnya pada tahun 1989, film Tjoet Nja’ Dhien sutradara Eros Djarot, berhasil terseleksi dalam program kompetisi film panjang.

Lucky Kuswandi mengatakan, “The Fox memberikan saya keleluasaan dalam membicarakan tema kekuasaan dan seksualitas secara terbuka, jujur dan dewasa. Keleluasaan tanpa penyensoran diri maupun penyensoran dari berbagai lembaga dalam eksplorasi karya seni ini ternyata malah membuahkan prestasi yang bisa dibanggakan oleh dunia internasional.’’ Film panjangnya Selamat Pagi, Malam, diputar perdana pada Tokyo International Film Festival 2014, dan merupakan film penutup dari Singapore International Film Festival 2015. Film pendek nya yang berjudul MISS or MRS. sebagai bagian dari omnibus film Pertaruhan, terseleksi pada pada program Panorama, Berlinale 2009.

Keberhasilan ini tentu tidak akan dapat kami raih jika tidak didukung oleh pihak-pihak yang memberikan ruang dan keleluasan dalam berkarya. Rumah produksi babibutafilm sejak 2008, terus berusaha untuk menjaga ketersediaan dan keberlangsungan keragaman film Indonesia baik di dalam negeri maupun internasional. Di festival film Internasional melalui karya film seperti Rocket Rain, 2014, sutradara Anggun Priambodo, In Competition at Forum of Independent, Karlovy Vary International Film Festival; dan Postcards Form The Zoo, 2012, sutradara Edwin, Golden Bear Nominee, Berlinale. Akses dalam negeri pun tersedia melaui berbagai komunitas film yang menjadi partner pemutaran lewat program #Kolektif dari Yayasan Cipta Citra Indonesia; ada Kineforum di Jakarta, Minikino di Bali, Perpustakaan Mini Nemu Buku di Palu, C2O di Surabaya, Si Mamat di Yogyakarta, Kineruku di Bandung, dan masih banyak tempat lainnya yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Salah satu produser, Meiske Taurusia mengatakan bahwa terseleksinya The Fox Exploits The Tiger’s Might dalam kompetisi ini adalah tanda bahwa sudah saatnya Indonesia memberikan tempat kepada film yang menawarkan keragaman bentuk dan cerita, sehingga kita membutuhkan keragaman jenis bioskop, keragaman pembuat dan penikmat, serta keragaman skema ekonominya.

Pemutaran di Institut Prancis di Indonesia (IFI), Kamis 23 April 2015 adalah salah satu bentuk dukungan dari Kedutaan Prancis. Sebelumnya, kami melakukan dukungan pemutaran bulan lalu di GoetheHaus dan Kineforum, DKJ Jakarta. Tempat-tempat pemutaran alternatif di ruang publik inilah yang sesungguhnya kami harapkan dapat difasilitasi lebih banyak lagi oleh berbagai pihak.

Konselor Kerjasama dan Kebudayaan-Direktur IFI, Bapak Bertrand de Hartingh mengatakan bahwa IFI sejak lama mendukung perfilman Indonesia dengan memperkenalkan kekayaan dan keberagamannya, baik di Indonesia maupun di Prancis. Ia menambahkan, “Saya merasa senang mendengar bahwa Indonesia berhasil mengharumkan namanya di Festival Film Cannes berkat terpilihnya film The Fox Exploits the Tiger’s Might karya Lucky Kuswandi oleh tim juri Semaine de la Critique. IFI akan menyelenggarakan dan menjadi tuan rumah pada Kamis 23 April mendatang, konferensi pers yang akan dilanjutkan dengan pemutaran film dan resepsi. Inilah kesempatan langka untuk memperkenalkan kedinamisan dan daya tarik sinema Indonesia di hadapan pers, para profesional di bidang ini dan tentunya publik internasional yang akan berkumpul di Festival Film Cannes, pertemuan film paling penting di dunia”.

TheFoxExploitsTheTigersMight-Poster