Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Poltergeist (2015)

 

 
Overview
 

Genre: ,
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted June 11, 2015 by

 
Full Article
 
 

Poltergeist-Poster

Critics Review: ★★1/4 (6 reviews)
Film Bloggers Review: ★★1/2 (15 reviews)

SYNOPSIS

Pembuat film legendaris Sam Raimi dan sutradara Gil Kenan membuat ulang sebuah kisah klasik dengan latar kontemporer mengenai sebuah keluarga yang rumahnya diserang oleh para arwah yang marah. Ketika penampakan-penampakan mengerikan makin meningkatkan serangan mereka dan mengambil sang putri bungsu, keluarga tersebut harus bersatu untuk menyelamatkannya.

 

Legendary filmmaker Sam Raimi and director Gil Kenan reimagine and contemporize the classic tale about a family whose suburban home is invaded by angry spirits. When the terrifying apparitions escalate their attacks and take the youngest daughter, the family must come together to rescue her.

General Information

Director: Gil Kenan
Scriptwriter: David Lindsay-Abaire
Cast: Sam Rockwell, Rosemarie DeWitt, Kennedi Clements, Saxon Sharbino, Kyle Catlett, Jared Harris, Jane Adams
Running Time: 93 minutes
Release Date: 13 June 2015 (sneak preview), 19 June 2015 (regular)

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

ABBAS ADITYA (KapanLagi)

NA. Rating: ★★

AMIR SYARIF SIREGAR (Flick Magazine)

Sebagai sebuah film yang mencoba untuk mengulang kesuksesan sebuah film seikonik Poltergeist buatan Hooper dan Spielberg, versi terbaru Poltergeist yang melengkapi para ahli supranaturalnya dengan berbagai perlengkapan komputer super canggih ini harus diakui tidak tampil begitu buruk – dan bahkan mampu memberikan beberapa momen menegangkan yang akan cukup mampu menyenangkan para penikmat film-film sejenis. Keberhasil tersebut jelas dapat diraih karena baik pengarahan Kenan maupun naskah cerita garapan Lindsay-Abaire mencoba mengikuti setiap formula yang telah diterapkan film Poltergeist pendahulunya. Rating: ★★★

CANDRA ADITYA (Detik)

Film ini hanya akan menjadi hiburan sekilas bagi Anda yang rindu film horor —atau yang belum pernah menonton buah karya klasik— Tobe Hooper. ‘Poltergeist’ memang tidak seburuk itu, beberapa adegannya cukup mencekam. Tapi, film ini tidak ada apa-apanya dibandingkan film lamanya yang sangat membekas di ingatan. Rating: ★★

KRISHNA MAHENDRA (All Film Magazine)

NA. Rating: ★★★

RATNA DEWI (JalanTikus.com)

Tech-savvy mad spirits with non-belieavable CGI work haunting a very lovable family. Rating: ★★1/2

SHANDY GASELLA (Detik)

NA. Rating: ★★

 

BLOGGERS RATING

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Cara mereka memindahkan versi 1982 dengan relevansi science ke tahun 2015 tentu bukannya digagas sama sekali tanpa alasan. Powered up those aspects dengan VFX – gimmick 3D dan memilih tak meninggalkan beberapa memorable scenes berikut electrical devices play-nya dengan cukup kreatif, ‘Poltergeist’ tetap punya nods yang cukup baik ke film orisinilnya. Salahnya hanya satu, that’s if you wish this reboot / remake to be something as scary, this new ‘Poltergeist’ is a bit lazy. Sebuah enjoyable summer ride yang lebih mementingkan fun factor ketimbang atmosfer horornya. A fun spin of the classic horror fantasy, dan tak lebih dari itu. Sayang sekali. Rating: ★★★

DIAKSA ADHISTRA (Mokino)

Far from creepy than the original. Jump scared-nya gitu aja. Lebih kayak film keluarga daripada film horor. Rating: ★★

DYSAN ISMI AUFAR (Movie Madness)

NA. Rating: ★★★

ELBERT REYNER (A Cinephile’s Diary)

Messy and outrageously ridiculous, Poltergeist turns its source material into a jumbled comedy flick with jump scares and zombies. Rating: ★1/2

HARIS FADLI PASARIBU (Tales from Motion Sickness)

Not necessarily scary since it’s heavily relying on the usual scare tactic, but at least ‘Poltergeist’ remake is still an enjoyable ride with some cool FX. Rating: ★★★

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Mencoba untuk setia pada sumber aslinya, Poltergeist versi modern mungkin tidak istimewa sebagai sebuah remake dengan segala modifikasi modernnya. Jika mau diukur skalanya, ia sebenarnya lebih banyak memberikan sebuah sensasi keseruan dari momen aksinya ketimbang seram dan menakutkan seperti seharusnya sebuah horor rumah hantu. Rating: ★★★

IRNA GAYATRI (Layar Tancep)

Poltergeist 2015 berakhir dengan horror yang serba tanggung. Ketika kita menemukan Poltergeist yang penuh kenangan dan berharap bisa bernostalgia dengan menonton remake-nya, lalu menemukan bahwa hasilnya tidak sebaik yang terdahulu, maka Poltergeist 2015 akan butuh sentuhan lama. Poltergeist 2015 berakhir seperti film horor lainnya saat ini, tidak mencekam dan hanya mengejutkan di beberapa bagian. Penggemar Poltergeist garapan Steven Spielberg pasti tidak akan menemukan sesuatu yang “wah” atau “harus dilihat” dalam Poltergeist 2015. Rating: ★★★

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

NA. Rating: ★★1/2

LEE CHANDRA (MovSic)

An unnecessary remake. Rating: ★★

LUTHFI PRASETYA PUTRA (Review Luthfi)

Sebagai film horor, Poltergeist sama sekali tidak seram. Meskipun begitu film ini masih dapat menghibur dengan unsur komedi dan tonal ringan yang amat dieksplor. Sebuah upaya modernisasi film Poltergeist yang sebenarnya sia-sia namun masih dapat dinikmati. Rating: ★★1/2

RANGGA ADITHIA (Raditherapy)

‘Poltergeist’ remake ini diluar dugaan horor-fantasi yang cukup bagus. Bagian horornya emang nggak terlalu seram, tapi fantasinya fun dan seru! Rating: NA

RASYID HARRY (Movfreak)

Poltergeist sebagai film horor adalah sebagaimana dubstep sebagai salah satu genre musik paling populer saat ini. Disukai karena upbeat, noisy, penuh gimmick elektronika, melaju kencang tapi tanpa jiwa. This techno-remake is that kind of not-so-scary-but-fun horror movie. Rating: ★★1/2

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Poltergeist pun diberkahi barisan pemain dengan performa mumpuni, termasuk para pemain pendukung, yang sanggup meniupkan chemistry meyakinkan sebagai satu keluarga. Harus diakui, inilah energi utama kepada film. Karakter yang sangat mudah didukung – sulit untuk membenci keluarga Bowen dan para ‘pengusir hantu’ – membuat penonton sedikit banyak merasa terlibat ke dalam penceritaan sehingga meski terornya tidak menyeramkan dan polesan efek khususnya sedikit menggelikan, tetap ada alasan untuk menikmati Poltergeist. Rating: ★★★

TEGUH RASPATI (UlasanPilem)

Usaha untuk memodernisasikan kisah klasik Poltergeist ini tidaklah buruk, namun film ini menjadi sekedar remake dangkal yang tak menggali lebih jauh sebagaimana harusnya. Seperti kebanyakan remake Hollywood lain, Poltergeist versi Kenan pada akhirnya termasuk dalam kategori remake yang tak perlu dan gampang terlupakan. Rating: ★★1/2

TIMOTIUS PRASSANTO (Sobekan Tiket Bioskop)

Poltergeist jelas hanya bergantung pada suara kencang dan adegan jump scare untuk menakuti penontonnya. Tidak ada tension building yang berarti, meski dari awal film penonton langsung disajikan teror horror yang menimpa keluarga malang ini. Praktis hanya 1-2 adegan yang membuat gue sedikit merinding, sementara sisanya hanyalah adegan-adegan jump scare dengan scoring super-kencang untuk menambah efek ketegangan. Yang sangat disayangkan, adalah penggunaan CGI berat untuk menggambarkan para arwah, yang langsung membuat gue turn off. Rating: ★★

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Poltergeist versi 2015 mungkin tak begitu menambahkan apa-apa pada versi aslinya selain update teknologi, tak juga jadi film horor yang mengerikam dan mampu bertahan lama dalam ingatan, namun ia masih bisa jadi sajian horor yang menghibur dengan jump scare dan ketegangan yang dihadirkan. Rating: ★★★

 

Last Updated: 19 July 2015


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)