Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Filosofi Kopi (2015)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted April 6, 2015 by

 
Full Article
 
 

FilosofiKopi-Poster

Critics Review: ★★★3/4 (8 reviews)
Film Bloggers Review: ★★★3/4 (21 reviews)

SYNOPSIS

Hutang mengancam keberadaan kedai Filosofi Kopi yang didirikan oleh Jody dan Ben. Di tengah perjuangan mengatasi hutang dan belitan konflik di antara mereka, seorang pengusaha muncul dengan tantangan yang sanggup menyelamatkan Filosofi Kopi. Dengan keahliannya Ben berhasil meracik kopi yang diberi nama Perfecto, sampai kehadiran El yang mengatakan ada kopi yang lebih baik ketimbang mahakarya Ben meruntuhkan semuanya. Ben dan Jody tidak punya pilihan selain pergi mencari Kopi Tiwus yang akan menentukan kelangsungan Filosofi Kopi dan persahabatan mereka.

 

Debt is threatening Filosofi Kopi, the coffee shop that Jody and Ben built together. While struggling to pay their loans and overcoming the conflicts between them, a businessman came to them with a challenge that might just save Filosofi Kopi. With his skills, Ben succeeded in brewing a coffee he called Perfecto–until El said that there is a better coffee than Ben’s masterpiece. Ben and Jody had no other choice but to go and look for Kopi Tiwus that will determine the survival of their friendship, and Filosofi Kopi.

General Information

Director: Angga Dwimas Sasongko
Scriptwriter: Jenny Jusuf
Cast: Chicco Jerikho, Rio Dewanto, Julie Estelle
Running Time: 117 minutes
Release Date: 9 April 2015

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

ABBAS ADITYA (KapanLagi)

Nggak pernah terpikir bila isu soal kopi dan persahabatan bisa seseksi ini. Best Indonesian bromance so far. Rating: ★★★★★

ANDRI CAHYADI (Cinemags)

Rasanya tidak berlebihan bila mengatakan bahwa film yang dibintangi oleh sederet aktor dan aktris ternama seperti Chicco Jerikho, Rio Dewanto, Julie Estelle, Slamet Rahardjo, dan Jajang C. Noer ini menjadi salah satu film terbaik yang diangkat dari buku Dee Lestari, sekaligus salah satu film terbaik di tahun 2015 sejauh ini. (taken from print edition #191) Rating: ★★★1/2

BOBBY BATARA (All Film Magazine)

Angga Dwimas Sasongko menyajikan sentuhan tersendiri dengan kekuatan dramaturgi yang membius, seolah menghembuskan aroma di permukaan layar. (taken from print edition #65) Rating: ★★★★

RANGGA ADITHIA (Flick Magazine)

117 menit durasi film pun jadi tidak terasa karena saya begitu menikmati presentasi cerita yang disampaikan oleh Angga di “Filosofi Kopi”. Film ini tak hanya sedap ditonton mata, tapi juga meresap nikmat dirasakan oleh hati, racikan Angga tidak hanya membuat filmnya enak ditonton, tetapi mengajak saya ikut terhubung dengan filmnya. Rating: ★★★★

RATNA DEWI (Megindo)

NA. Rating: ★★★1/2

SHANDY GASELLA (Detik)

Salah satu yang paling bikin gue suka dengan Filosofi Kopi adalah bagaimana Angga Sasongko berhasil menampilkan kopi dan adegan-adegan minum kopi dengan begitu menggoda. Rating: ★★★1/2

TITIS SAPTO RAHARJO (Flick Magazine)

Layaknya menikmati kopi enak dan rasanya meresap lama, Filosofi Kopi hadir secara komplit dari tawa, haru sampai hanyut mengaduk-aduk emosi. Chemistry apik Rio Dewanto dan Chicco Jerikho yang layaknya sudah bersahabat lama menjadi nyawa film racikan Angga Sasongko ini. Rating: ★★★★

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

Bukan hanya soal kopi, tapi juga hubungan antarkarakter. Itu sebabnya, FK tak terasa menyeret penonton. Ia hanya menghanyutkan penonton lewat pertalian emosi dan hubungan antarkarakter yang cenderung memanas. Karena kombinasi El-Jody-Ben cenderung berbenturan dan meletupkan rentetan konflik. Kalaupun tidak panas, akan terasa hangat. Namun kalau dipikir-pikir, hangat adalah bentuk penyajian yang disarankan untuk sebuah kopi. Juga film. Rating: ★★★1/2

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

Filosofi Kopi the Movie jelas menunjukkan kematangan dari setiap orang yang terlibat didalamnya, mulai dari konsep penceritaan yang matang hingga eksekusi yang benar-benar mampu menghantarkan citarasa terbaik dari cerita yang ingin disampaikan. Sajian yang jelas layak dan wajib dinikmati oleh setiap penikmat film. Rating: ★★★1/2

CANDRA ADITYA (That Candra Aditya Kid)

Filosofi Kopi justru sibuk dengan drama keluarganya yang membuat gue kecapekan sendiri. Gue paham apa yang mau disampaikan. Gue get soal filosofi dibalik kopi bahwa ngopi adalah tempat berkumpul dan gimana lo bisa bebas pas lagi ngopi bareng kalo sendiri masih belum bisa maafin diri lo sendiri dan berdamai dengan apapun masalah lo dan blahdiddyblahblah. Tapi kalo penyajiannya seruwet ini sih gue udah kekenyangan duluan. Rating: ★1/2

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Like a smooth blend in your favorite cup of coffee, ‘Filosofi Kopi’ not only warm your heart and feed your soul, but also will knock you full-flavored. The ultimate one called life. Rating: ★★★★

DIAKSA ADHISTRA (Mokino)

Nggak baca short story-nya, tapi film ini bukan sekedar drama, tapi drama yang bisa membuat lo tambah cinta sama kopi, keluarga, sahabat, and diri sendiri. Chicco & Rio keren chemistry-nya. Rating: ★★★★

DJAY (So-Called Reviewer)

Secara keseluruhan, Filosofi Kopi dibuat dengan amat sangat baik, meski 117 menit adalah waktu yang lama. Sebuah film drama Indonesia yang bertutur dengan kisah yang cukup rapi. Permasalahan film ini adalah chemistry yang dibangun oleh Rio dan Chicco yang entah mengapa terkadang loose dan kurang klik. I can’t feel it, and the bad news is, I can’t even relate to it. Rating: ★★★

DRAGONO HALIM (Be Noted)

Senang dengan cara “Filosofi Kopi” men-switch titik dramatis cerita. Dari urusan yg ndak penting, kepada perkara yg menyentuh. Rating: ★★★★

DYSAN ISMI AUFAR (Movie Madness)

Pada akhirnya, film ini adalah kualitas. Mengutip sebuah kalimat dari film ini, “Kopi yang enak akan menemukan penikmatnya”, begitupun dengan film bagus yang akan dengan sendirinya menemukan penikmatnya seperti film Filosofi Kopi yang diracik oleh orang yang tepat dengan eksekusi yang baik pula. Sebuah film yang gue yakin pada akhir tahun ini pun akan tetap bertahan sebagai salah satu film lokal terbaik di tahun 2015. Rating: ★★★★

ELBERT REYNER (A Cinephile’s Diary)

Diracik dengan amat baik oleh sutradara Angga D. Sasongko dan Jenny Jusuf lewat naskah yang rapi, dialog-dialog yang mengalir, serta akting dan chemistry yang mengagumkan antara Ben dan Jodi; menjadikannya secangkir house blend yang amat sedap dan memiliki cita rasa yang pas di segala aspek.  Rating: ★★★★

ERLITA PUTRANTI (It Caught My Eyes)

Just like Ben’s Perfecto, Filosofi Kopi is not actually perfect and it had some bitter tastes. But it still was a masterpiece of it’s own accord that represent the perfect blend of the heart and the mind. The movie was emotionally engaging and visually pleasing while still is very commercial. It was made with the right amount of rationale and gut feeling, the kind that I can’t help but to admire. Rating: ★★★★

HARIS FADLI PASARIBU (Tales from Motion Sickness)

NA. Rating: ★★1/2

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Pada akhirnya Filosofi Kopi mungkin sama tidak sempurnanya dengan Perfecto buatan Ben. Sama seperti filosofi hidup itu sendiri, tidak ada yang sempurna di hidup ini, namun Filosofi Kopi mampu tampil indah dengan caranya sendiri. Ya, apa yang sudah dilakukan Angga Dwimas Sasongko ketika menerjemahkan cerpen Dewi Lestari ini bisa dibilang luar biasa. Ini adalah sebuah drama asik sekaligus emosional di mana manusia-manusia di dalamnya belajar mencari arti hidup, belajar untuk move-on sekaligus memaafkan diri mereka dari rong-rongan masa lalu yang diracik dalam cita rasa kopi nikmat yang mampu bersanding mesra dengan kehangatan drama pencarian jati dirnya. Rating: ★★★★1/2

JANITRA EZRA (Anak Film)

Dengan kualitas produksi yang berada jauh di atas koleganya hingga kemampuan para aktor di layarnya yang mumpuni, Filosofi Kopi akan berakhir sebagai salah satu film Indonesia terbaik tahun ini. Rating: ★★★★

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

Dari segi penceritaan dari penulis naskah Jenny Jusuf, Filosofi Kopi secara keseluruhan menonjolkan bagaimana kekuatan persahabatan antara Ben dan Jody dengan balutan ego yang tinggi kedua tokoh untuk membangun usaha kedai kopi mereka. Dialog-dialog yang begitu lepas diucapkan para pemain seperti Rio Dewanto dan Chicco Jerikho membuat film ini begitu menghibur selama 120 menit. Rating: ★★★1/2

KANIA KISMADI (Ngobrolin Film)

Diangkat dari cerita pendek Dewi Lestari doang, hats off untuk penulis skripnya, Jenny Jusuf. Pengembangan cerita dan karakter-karakternya solid banget. Setiap karakter punya background cerita sebagai dasar pembentukan karakter mereka. Background ini bikin ceritanya jadi punya banyak layer. Tapi justru karena hal itu juga lah, beberapa bagian jadi terasa too much. Ada bagian — terutama di pertengahan film — yang menurut gue ngga perlu diekspos sepanjang itu. Bagian-bagian yang kepanjangan itu bikin emosi yang tadinya udah naik banget, jadi harus turun karena gue jadinya malah kebosanan. Rating: NA

RASYID HARRY (Movfreak)

Diracik sempurna dengan chemistry kuat duet pemeran utama serta kisah yang hadir sederhana tapi begitu kaya, Filosofi Kopi menjadi sajian yang begitu nikmat sekaligus film Indonesia terbaik di tahun 2015 sejauh ini. Film yang dibuat dengan cinta tentang kopi yang juga dibuat dengan cinta. Rating: ★★★★1/2

REINO EZRA ANRETI (Ajirenji Mindstream Reviews)

Perpaduan yang pas antara apa yang perlu ditampilkan dan apa yang ingin dilihat oleh (sebagian besar) penonton, nggak berat ke salah satu, tapi juga nggak nanggung. I’m really impressed. Rating: ★★★★

ROHMAN SULISTIONO (Catatan Si Momo)

Filosofi Kopi pandai meng-capture kekhidmatan menikmati segelas kopi dalam frame. Indah, segar, dan sedap ditonton. “Gue nggak pernah becanda soal kopi,” kayaknya diterapkan baik oleh Angga saat garap film tentang kopi. Rating: ★★★★1/2

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Selain skrip padat berisi yang juga renyah, keberhasilan Filosofi Kopi tidak bisa dilepaskan dari pengarahan telaten Angga Dwimas Sasongko, tata artistik detil yang ditimpali juga tembang-tembang cantik dengan penempatan sesuai, serta (ini salah satu paling krusial) chemistry fantastis duo pemain utamanya. Rating: ★★★★

TEGUH SANTOSO (Reviewsiana)

Akting duo Chicco-Rio makin terlihat bersinar dengan didukung art director, sinematografi, serta musik dan lagu yang mendukung keunikan persahabatan dua pria ini. Acungan jempol perlu disematkan pada penulis skenario, Jenny Jusuf. Skenario ini berhasil menterjemahkan filosofi, quote, atau apapun itu dari bahasa sastra menjadi obrolan “normal” kelas menengah warga ibu kota. Rating: ★★★1/2

TIMOTIUS PRASSANTO (Sobekan Tiket Bioskop)

Filosofi Kopi merupakan salah satu film terbaik Indonesia yang gue tonton sejauh ini. Well made, tentu saja oleh tim dibalik film terbaik FFI 2014 kemarin, Cahaya Dari Timur: Beta Maluku. Film ini tidak hanya unggul di segi teknis dengan teknik sinematografi yang manis, atau dengan sound mixing yang rapi, atau dengan akting yang matang dari para pemerannya. Selain itu, film ini juga memberikan semacam feel-good-feeling yang akan mempertahankan rasa hangat dan senyum di bibir jauh setelah anda keluar dari bioskop. Rating: ★★★★

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Dengan berbagai dukungan berbagai aspek yang serba mumpuni, FK jelas sebuah sajian pop yang sangat enak dinikmati, dengan berbagai esensi dan emosi yang begitu kuat disematkan. Terasa sekali dibuat dengan passion akan kopi dan hati manusia. Sebuah experience yang bahkan tetap enak dinikmati berkali-kali. Rating: ★★★★1/2

YOHAN ARIE (MovSic)

Selain cerita, hal lain yang terlihat sangat kuat di film ini adalah acting kedua pemain utamanya. Sosok seorang penggila kopi yang punya masa lalu yang kelam mampu dimainkan sangat baik oleh Chicco Jerikho. Lawan mainnya pun Rio Dewanto mampu mengimbanginya. Disini bisa dilihat kerja sutradara bisa dibilang sukses dalam menghidupkan dan menyatukan karakter-karakter tersebut. Julie Estelle pun tak sekedar hanya menjadi pemanis. Meski peran minor tapi kehadirannya memberikan variasi pada film. Rating: ★★★1/2

 

Last Updated: 15 July 2015


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)