Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Gangster (2015)

 

 
Overview
 

Genre: ,
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted August 25, 2015 by

 
Full Article
 
 

Gangster-Poster

Critics Review: ★★1/4 (6 reviews)
Film Bloggers Review: ★★1/4 (8 reviews)

SYNOPSIS

Bagi Jamroni (Raihan Khan – Hamish Daud), jadi preman kampung pasar sapi di desa lembah Gunung Merapi Yogyakarta adalah kenyataan hidup yang tidak dipilihnya. Sejak kecil ia bermimpi bisa menjaga Sari (Avrilla Sigarlaki – Eriska Rein), dan kelak merajut kehidupan bersamanya. Biarpun tersia-sia oleh perlakuan bapak ibunya yang kasar, senyum Sari selalu menjadi penyemangatnya. Kandang kambing tempat ia menjalani hukuman malah jadi tempatnya belajar silat. Mimpi itu pudar saat orangtua Sari membawa Sari ke Jakarta.

Jamroni dapat kabar bahwa Tohari (Gunawan Maryanto), bapaknya sedang sekarat. Sebelum berpulang, Tohari menjelaskan Jamroni bukan anak kandung mereka. Selain itu, Jamroni menerima setumpuk surat dari Sari yang disita Tohari.

Jamroni memutuskan ke Jakarta untuk mencari Sari, dan orangtua kandungnya yang mungkin masih hidup. Bertepatan Sari kembali ke desa untuknya. Di Jakarta ia harus menghadapi gerombolan ormas dan juga berbaku hantam hingga harus bergantungan di kap mobil seorang gadis yang sedang melarikan diri, Retta (Nina Kozok).

Retta menjelaskan alasannya kabur semata karena ayahnya, Hastomo (Agus Kuncoro) melakukan perjanjian bisnis dan menjodohkannya dengan adik Amsar (Dwi Sasono). Amsar ketua ormas paling berpengaruh di Jakarta segera menyuruh anak buahnya ikut mencari dan menangkap Retta juga Jamroni. Dengan kaki tangan yang tersebar di berbagai penjuru wilayah, perburuan semakin panas.

Retta memutuskan, pulang dan memperkenalkan Jamroni sebagai calon suaminya, setelah memake overnya. Hastomo yang khawatir dengan keadaan Astuti (Dominique Sanda), istrinya yang sakit-sakitan menahan rindu pada Retta, akhirnya melunak dan mengijinkan Retta bertunangan dengan Jamroni. Berita ini sampai ke Amsar, ia tidak terima dipermalukan. Amsar menuduh Hastomo melanggar perjanjian dan menyulut bara permusuhan. Amsar mengerahkan anak buahnya menyerbu rumah Hastomo.

Jamroni yang sadar dimanfaatkan Retta mulai berpikir apakah dia benar mencintai Retta? Apakah dia akan berhenti mencari dan melupakan Sari? Bagaimana dengan pertunangannya dengan Retta? Apakah Jamroni akan bertemu dengan Sari? Siapakah pemenang perseteruan itu, dan menyandang gelar gangster?

General Information

Director: Fajar Nugros
Scriptwriter: Jujur Prananto
Cast: Hamish Daud, Nina Kozok, Agus Kuncoro, Dwi Sasono, Eriska Rein
Running Time: 98 minutes
Release Date: 27 August 2015

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

ABBAS ADITYA (KapanLagi)

NA. Rating: ★★1/2

ANDRI CAHYADI (Cinemags)

NA. Rating: ★★1/2

BOBBY BATARA (All Film Magazine)

NA. Rating: ★★★1/2

SHANDY GASELLA (Detik)

Tak ada logika yang mendasari jalan cerita film ini, dan skenario tulisan Jujur Prananto begitu acakadutnya. Kalaupun ada hal yang masih bisa dinikmati dari film ini, itu lantaran hasil jerih payah dari Padri Nadeak (Mika, Cinta/Mati) sang penata kamera yang berhasil, untuk pertama kalinya, membuat film garapan Fajar Nugros jadi terlihat sinematis. Ini tak pernah terjadi di sejumlah karya Nugros yang sudah-sudah. Rating: 0

TAUFIQUR RIZAL (Flick Magazine)

Kelemahan skrip sanggup ditutupi oleh kinerja menawan dari departemen lain. Koreografi tarung ciptaan Yayan Ruhian memunculkan cukup banyak jurus-jurus mengesankan dengan adegan terbaik terletak pada three-way fight yang melibatkan para perempuan (salah satunya, Dian Sastrowardoyo). Meski ada kalanya kesan terlalu tertata mencuat, namun tidak memberi dampak besar kepada sisi keasyikkan laganya. Selain itu, Gangster juga dikaruniai performa menakjubkan dari duo maut Dwi Sasono-Agus Kuncoro. Ya, kapabilitas keduanya dalam dunia seni peran memang sudah tidak perlu dipertanyakan, namun sungguh, inilah pertunjukkan akting terbaik dari Dwi Sasono!  Rating: ★★★

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★★

 

BLOGGERS REVIEW

CANDRA ADITYA (That Candra Aditya Kid)

One thing, film ini adalah film Fajar Nugros yang paling keliatan cukup sinematik. Beberapa jokes-nya—kalo lo mau get over soal logika cerita yang beneran nihil which is a really hard thing to do—cukup bisa bikin nyengir. Gangster mungkin emang nggak memberikan gue pencerahan baru soal film action. Tapi gue semakin yakin akan satu hal: money can’t buy talent. Rating: 0

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

With its hit and miss, Gangster jelas bukan berada di sejumlah pengikut-pengikut genre aksi sinema kita dengan status gagal. Ia tak sepenuhnya sempurna melemparkan aksi ke tengah-tengah komedi, memang, tapi dalam blend rumbling actions meets comedy of errors-nya, Nugros cukup berhasil meracik sebuah blend baru percampuran dua genre ini sebagai sesuatu yang terlihat baru dalam sinema kita. Rating: ★★★

DJAY (So-Called Reviewer)

Gangster itu film yang menghibur dari awal sampai akhir. Eksekusinya baik meski ceritanya amburadul. Buat gue tiap scene yang ada Dwi Sasono-nya itu selalu bagus. Dia memang aktor brilian. Mungkin yang agak kurang itu di bagian Hamish yang sayang banget aktingnya masih gitu-gitu aja. No improvement. And yes. Cameo-cameo ini ngebantu banget mood nontonnya. Tepat sasaran. Rating: ★★★

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

NA. Rating: ★★1/2

ODAGOMA RHEINHARD (Layar Tancep)

Dengan koreografi aksinya yang cukup beragam dan unik, Gangster berhasil jadi tontonan yang menyenangkan. Apalagi, adegan kejar-kejaran pertamanya. Salut untuk Dwi Sasono yang tampil sangat memikat. Hamish, walau tidak sebaik ketika tampil tanpa logat kedaerahan, masih tampil cukup berkesan. Sayang, ceritanya tidak seseru itu semua. Hubungan keluarga, cinta, dan persaingan antar mafianya masih sangat mentah terasa. Rating: ★★1/2

RANGGA ADITHIA (Raditherapy)

Terlalu banyak yang ingin ditampilkan, komedi, aksi laga, romansa, dan background story si Jamroni, bukannya malah menambah Gangster semakin menarik hingga penghujung durasinya–kenikmatan dan rasa menyenangkan di separuh pertamanya kemudian rontok di paruh kedua. Nugros setidaknya beruntung memiliki jajaran pemain yang tak setengah-setengah saat berakting dan menampilkan aksi beladiri mereka. Khususnya Agus Kuncoro dan Dwi Sasono yang bisa dibilang paling mencuri perhatian, keduanya beberapa kali sukses mengundang tawa di saat yang tepat ketika saya memang butuh dihibur. Rating: ★★1/2

REINO EZRA ANRETI (Ajirenji Mindstream Reviews)

Gw memang cukup sulit untuk terkesan sama film ini, tapi film ini nggak sampah-sampah amatlah. Sialnya adalah kemunculan film ini setelah ada film-film seperti The Raid dan Comic 8, yang penataan laganya terlihat lebih megah dan, emmm, lebih kelihatan effort-nya. Gangster tidak mencapai level itu, tapi seenggaknya masih punya value di tempat lain, misalnya di pemain … dan posternya. Seperti itu. Rating: ★★1/2

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Memvisualisasikannya secara dinamis dan cepat, Fajar jelas lebih memfokuskan dalam menghadirkan adegan-adegan yang menghibur dan remarkable. Mulai dari segi koreografi bela dirinya, dialog-dialog yang serius maupun komedik, karakter-karakter yang menarik, desain latar dan kostumnya, bahkan sampai sound effect tukang roti. Jajaran ensemble cast yang all-star juga menjadi komoditas Gangster untuk tampil lebih menarik dan meriah. Namun bukan berarti tak punya gagasan utama yang bold. Setidaknya tema “janji” dengan cukup bold ditunjukkan lewat karakter Amsar-Hastomo dan Jamroni-Sari. Above all, yang paling berhasil menurut saya adalah blend yang seimbang antara action dan komedinya. Rating: ★★★1/2

 

Last Updated: 22 September 2015


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)